Selasa, 31 Maret 2026 – 22:37 WIB
Jakarta, VIVA – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, memberikan apresiasi atas keputusan pemerintah yang memastikan tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai tanggal 1 April 2026.
Menurut beliau, kebijakan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia pada saat ini.
“Kebijakan ini penting untuk melindungi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi,” ujar Putri dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Putri menegaskan, momen ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat agenda energi jangka panjang seperti yang ditegaskan dalam Rakernas II PAN 2026, terutama melalui kampanye penghematan dan penggunaan energi yang bijak.
“PAN mendorong gerakan hemat dan bijak energi di semua kader sebagai langkah nyata untuk menjaga ketahanan energi nasional,” tuturnya.
Beliau menambahkan, stabilitas harga energi perlu diikuti dengan percepatan transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan, sekaligus mendukung visi swasembada energi dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Fraksi PAN siap mengawal kebijakan energi yang tidak hanya menjaga stabilitas saat ini, tapi juga memperkuat kemandirian energi nasional di masa depan,” tegasnya.
Fraksi PAN juga mendorong PT Pertamina (Persero) untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar dan tepat sasaran.
Selain itu, Putri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XII, menekankan pentingnya pengawasan distribusi BBM di lapangan serta tindakan tegas terhadap praktik penyimpangan, termasuk penyelewengan dan penimbunan.
“Kami minta agar pengawasan distribusi diperketat dan tidak boleh ada kesempatan untuk praktik penyelewengan atau penimbunan BBM. Ini harus ditindak tegas supaya tidak merugikan masyarakat,” tegasnya.
Putri juga mendorong peran aktif Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk memastikan tata kelola distribusi energi berjalan dengan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
Sebelumnya telah diberitakan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan tanggapan mengenai isu rencana penyesuaian atau kenaikan harga BBM.
Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait isu ini. Presiden RI Prabowo Subianto juga telah memberikan arahan agar kebijakan yang diambil tetap mengutamakan kepentingan rakyat.
“Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami lakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden,” kata Prasetyo kepada para wartawan, Selasa (31/3/2026).
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,” tambahnya.