Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto dan Kaisar Jepang Naruhito tidak membahas urusan politik saat pertemuan mereka di Istana Kekaisaran Tokyo pada Senin, 30 Maret, menurut Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono.
Dia mengatakan diskusi bilateral fokus pada merayakan hubungan lama antara Indonesia dan Jepang sebagai mitra strategis.
“Seperti kita tahu, Kaisar merupakan simbol nasional Jepang. Oleh karena itu, pembicaraan tidak berkisar pada hal politik; tetapi menekankan hubungan bilateral dan koneksi antar masyarakat,” kata Sugiono dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, Selasa.
Menteri menambahkan bahwa Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito berbincang sekitar 20 menit tentang kontak antarwarga, dengan Kaisar Jepang menyampaikan harapan agar Warga Negara Indonesia yang tinggal di Jepang diperlakukan dengan baik.
Dia mencatat bahwa Kaisar Naruhito juga menyoroti pentingnya kedua negara melakukan komunikasi yang lebih terbuka untuk memperdalam hubungan antara rakyat mereka.
“Jika ada kekhawatiran yang perlu perhatian, pihak Jepang mendorong kami untuk menyampaikannya agar kedua bangsa dapat membangun ikatan yang benar-benar erat antara masyarakatnya,” jelas Sugiono.
Setelah pembicaraan akrab tersebut, presiden bertemu Putra Mahkota Jepang Fumihito, adik kaisar, dalam pertemuan terpisah.
Usai sesi formal, Presiden Prabowo, Kaisar Naruhito, dan Putra Mahkota Fumihito menghadiri makan siang kenegaraan di Rensui North, bagian dari kompleks Istana Kekaisaran yang dikenal dengan arsitektur klasiknya.
Menteri Sugiono mendampingi presiden selama rangkaian acara, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta lainnya.
Sebagai bagian dari agendanya di Jepang, Prabowo juga menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang dengan beberapa menteri dan pelaku bisnis nasional.
Forum tersebut menghasilkan 10 perjanjian bisnis ke bisnis senilai US$22,6 miliar, yang mencerminkan prospek kuat untuk vertikal hubungan ekonomi yang lebih dalam antara Indonesia dan Jepang, termasuk melalui sektor kunci seperti industri, energi, dan teknologi.
Berita terkait: Prabowo mengundang investor Jepang untuk memperluas investasi di Indonesia
Berita terkait: Prabowo bertemu Kaisar Naruhito, perkuat hubungan Indonesia-Jepang
Penerjemah: Maria C, Tegar Nurfitra
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026