Kutu Penghisap Darah Dapat Bertahan di Dalam Rumah Lebih Lama dari Perkiraan

Ini adalah kabar buruk bagi mereka yang tinggal dekat hutan atau area berhutan. Para ilmuwan baru saja menemukan bukti bahwa beberapa jenis kutu penghisap darah berpotensi dapat tinggal dengan nyaman di dalam rumah kita untuk waktu yang cukup lama.

Peneliti dari Ohio State University mempelajari berapa lama dua spesies kutu pembawa penyakit dapat bertahan pada berbagai jenis lantai yang umum ditemukan di rumah. Meski durasi bertahannya bervariasi antar spesies dan jenis lantai, kutu-kutu tersebut dapat hidup di permukaan tersebut setidaknya seminggu hingga sekitar satu bulan. Temuan ini menekankan pentingnya memeriksa diri sendiri dan hewan peliharaan secara menyeluruh dari kutu setelah berkunjung ke daerah endemik, kata para peneliti.

“Temuan kami membantu memperjelas perkiraan ketahanan hidup kutu setelah masuk ke dalam rumah, dan bagaimana jenis lantai dapat mempengaruhi paparan kutu di dalam rumah,” tulis para penulis dalam makalah mereka, yang diterbitkan bulan ini di Journal of Vector Ecology.

Ancaman Kutu yang Tangguh

Para peneliti berusaha menjawab kekhawatiran umum yang sering mereka dengar dari masyarakat mengenai arachnida parasit kecil ini: mampukah kutu yang tidak sengaja terbawa masuk ke dalam rumah melalui pakaian atau barang lain bertahan hidup cukup lama untuk menggigit dan berpotensi menulari manusia?

Mereka menggunakan dua spesies kutu Amblyomma dalam eksperimennya, yaitu A. maculatum (kutu Pantai Teluk) dan A. americanum (kutu bintang tunggal). Kutu-kutu ini, terutama kutu bintang tunggal, diketahui menyebarkan berbagai penyakit kepada manusia, termasuk sindroma alpha-gal, alias alergi daging merah.

Para peneliti mengamati bagaimana kutu-kutu tersebut bertahan pada lima permukaan lantai: keramik, kayu, vinil, karpet pendek, dan karpet panjang. Sembilan puluh kutu dari setiap spesies diteliti (total 180) dalam tiga putaran eksperimen, dengan 18 kutu per spesies untuk setiap jenis lantai. Semua kutu dewasa yang haus darah itu belum pernah makan (sebagai aturan, kutu betina hanya makan darah sekali saat dewasa), dan mereka ditempatkan di bawah cangkir plastik agar tidak bisa kabur dan harus berinteraksi dengan permukaan lantai.

MEMBACA  Inilah Alasan Mengapa CVS Health Corp. (CVS) Diperdagangkan Lebih Tinggi di Kuartal 1

Secara keseluruhan, kutu Pantai Teluk cenderung hidup lebih lama daripada kutu bintang tunggal pada setiap jenis lantai, kecuali pada karpet panjang, di mana kutu bintang tunggal bertahan hidup rata-rata 14,9 hari dibandingkan 10,4 hari untuk kutu Pantai Teluk. Rata-rata masa hidup terpendek adalah 7,33 hari untuk kutu bintang tunggal di lantai keramik, sedangkan yang terpanjang adalah 25,4 hari untuk kutu Pantai Teluk di lantai vinil.

Implikasi bagi Pencegahan Gigitan Kutu

Kutu-kutu tersebut memang masih hidup jauh lebih singkat di permukaan lantai ini dibandingkan jika di alam liar (sekitar dua tahun), kemungkinan karena kekeringan permukaan tersebut. Dan masih belum sepenuhnya jelas seberapa besar kemungkinan kutu yang terbawa masuk ke dalam rumah akan menggigit manusia. Namun temuan ini memberikan perkiraan rentang waktu untuk risiko tersebut, kata para peneliti.

“Menentukan tepatnya berapa lama kutu dapat bertahan di rumah sangatlah sulit karena kondisi lingkungan rumah setiap orang akan bervariasi. Tetapi untuk pertama kalinya, studi ini memberi batasan pada perkiraan tersebut, dan menunjukkan bahwa kutu dapat bertahan setidaknya seminggu,” ujar penulis senior studi Risa Pesapane, seorang profesor madya kedokteran hewan preventif di OSU, dalam pernyataan dari universitas.

Kesimpulan dari penelitian ini cukup jelas: pastikan untuk memeriksa ulang bahwa diri Anda, pakaian, dan barang-barang lain bebas dari kutu setiap kali pulang dari tempat-tempat yang banyak kutu, seperti area berhutan, semak belukar, dengan rumput tinggi dan dedaunan kering. Dan karena dibutuhkan waktu berjam-jam bahkan sehari sebelum Anda benar-benar tertular penyakit Lyme atau kuman lain dari gigitan kutu, waktu merupakan aspek penting dalam pencegahan penyakit.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kutu yang ditemukan menempel harus segera dicabut, sementara kutu yang tidak menempel pada pakaian dapat dimatikan dengan mengeringkan pakaian menggunakan pengering setidaknya selama 10 menit (jika pakaian basah dan perlu dicuci terlebih dahulu, gunakan air panas, bukan air dingin atau sedang). Mandi dalam waktu dua jam setelah dari perjalanan tersebut juga dapat menurunkan risiko penyakit akibat kutu dengan memungkinkan Anda memeriksa tubuh lebih mudah dan berpotensi membersihkan kutu yang belum menempel.

MEMBACA  Si Kacang Imut Ini Akan Membantu Anda Berhenti 'Doomscrolling'

Musim kutu biasanya terjadi antara bulan April dan Oktober, meskipun paparan dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun.

Tinggalkan komentar