Digitalisasi Bantuan Sosial untuk Tingkatkan Akurasi: Menteri

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Menteri Sosial Indonesia, Saifullah Yusuf, menyatakan pemerintah optimis bahwa digitalisasi bansos akan meningkatkan keakuratan dan memastikan bantuan hingga ke penerima yang tepat lebih efektip.

Yusuf, yang dikenal sebagai Gus Ipul, mengatakan sistem digital ini telah diuji coba di Banyuwangi, Jawa Timur, dan akan diperluas ke 40 kabupaten serta kota di seluruh Indonesia.

“Jika berhasil, akan diterapkan secara nasional. Digitalisasi ini bertujuan menciptakan sistem penyaluran yang lebih tepat sasaran agar bantuan bisa sampai ke targetnya,” ujarnya dalam konferensi pers di Malang, Jawa Timur, pada Senin.

Ia menyebut inisiatif ini sebagai langkah strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan efektivitas program bantuan sosial.

Sistem ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan targeting dengan mengandalkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang terus diperbarui, dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Selain BPS, Kemensos bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat sistem digital dan pembaruan data, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, dan Kementerian Kominfo.

“Kami juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Desa dan PDT,” kata Yusuf.

Ia berharap sistem baru ini bisa menekan kesalahan targeting di bawah lima persen.
Fasilitator Program Keluarga Harapan (PKH) dan perangkat desa akan bertindak sebagai agen pemutakhiran data, membantu masyarakat menggunakan platform digital untuk layanan bansos.

Berita terkait: Menteri minta masukan publik untuk verifikasi data bansos

“Pada tahun-tahun mendatang, dengan digitalisasi, setiap orang akan dapat mengusulkan atau mengajukan keberatan jika menemukan data yang tidak akurat,” jelasnya.

Kementerian terus melakukan sosialisasi untuk memastikan masyarakat paham cara kerjanya dan dapat berpartisipasi secara aktif.

Ditekankannya, pada tahap awal, peran fasilitator dan pemerintah desa akan sangat krusial untuk memastikan implementasi berjalan lancar.

MEMBACA  Kunker Pertama Prabowo ke China, Sukamta PKS Soroti Kemerdekaan Palestina

“Awalnya, peran fasilitator dan pihak desa akan menjadi penentu agar sistem digital ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Berita terkait: Jakarta perkuat data penerima bansos

Penerjemah: Ananto Pradana, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar