Soal Kenaikan Harga Pertamax Rp 17.850 per Liter, Pertamina: Tunggu Pengumuman Resmi

loading…

PT Pertamina (Persero) menanggapi soal kabar kenaikan harga Pertamax hingga Rp17.850 per liter.

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa informasi mengenai perkiraan kenaikan harga BBM nonsubsidi yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sampai saat ini, perusahaan belum keluarkan pengumuman resmi tentang perubahan harga BBM per 1 April 2026, meskipun harga energi global sedang bergejolak.

“Informasi soal proyeksi kenaikan harga BBM itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sampai sekarang, belum ada pengumuman resmi untuk harga per 1 April 2026,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, pada Senin (30/3/2026).

Baron meminta masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh spekulasi harga yang beredar di internet. Dia menekankan bahwa semua informasi resmi tentang penyesuaian harga BBM hanya akan disampaikan lewat saluran komunikasi resmi perusahaan.

Klarifikasi ini muncul setelah publik gempar karena beredarnya dokumen berlabel rahasia yang berisi proyeksi kenaikan drastis harga BBM nonsubsidi. Dalam dokumen itu, harga Pertamax disebut akan naik tajam dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter, sedangkan produk gasoil seperti Dexlite diperkirakan mencapai Rp23.650 per liter.

Dokumen tersebut menyebutkan alasan kenaikan ini karena melemahnya nilai Rupiah, yang sekarang berada di level Rp16.877 per dolar AS. Selain itu, kenaikan indeks harga gasoline dan gasoil dunia di atas 60 persen akibat ketegangan geopolitik juga disebut sebagai alasan untuk membebankan biaya tambahan pada konsumen.

MEMBACA  Edisi Khusus Xbox Wireless Controller Ghost Cipher yang Baru Dirilis Berada pada Harga Terendah Sepanjang Masa

Tinggalkan komentar