Kasus Campak di Indonesia Turun 93 Persen Sejak Awal 2026

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa pada minggu ke-12 tahun 2026, kasus campak turun menjadi 146, turun dari sekitar 368 kasus di minggu ke-11. Ini menandai penurunan sekitar 93 persen dibandingkan minggu pertama 2026.

“Dan jika kita lihat minggu pertama 2026, jumlah kasusnya 2.220. Membandingkan minggu pertama dengan minggu ke-12, kita bisa lihat ada penurunan kurang lebih 93 persen,” kata Pelaksana Tugas Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, di sini pada Senin.

Dia menyebutkan ada 14 provinsi dengan angka kasus tinggi pada 2025-2026, termasuk Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Beberapa provinsi, seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kini mencatatkan nol kasus, sementara provinsi lain juga mengalami penurunan.

Pemerintah juga telah melakukan surveilans di 10 kabupaten dan kota dengan kasus tertinggi, termasuk Tangerang Selatan, Tangerang, Bima, Palembang, Pandeglang, Jakarta Barat, Depok, Palu, Serang, dan Jakarta Pusat.

Dia mengatakan bahwa meskipun tren penurunan terlihat di sebagian besar daerah yang dipantau, kewaspadaan masih harus tetap dijaga.

Selain surveilans dan vaksinasi, kemenkes baru-baru ini mengeluarkan surat edaran untuk melindungi tenaga kesehatan dari campak.

Dia juga menjelaskan langkah tindak lanjut berupa penyelidikan epidemiologi menanggapi meninggalnya seorang tenaga kesehatan berusia 25 tahun di Cianjur, Jawa Barat, karena campak.

Secara keseluruhan, kasus campak di Cianjur lebih rendah dibandingkan 10 daerah tertinggi, dengan total 25 kasus suspek dan sembilan kasus terkonfirmasi, serta tidak ada kasus baru yang tercatat di minggu ke-12.

Berita terkait: Indonesia selidiki kematian dokter diduga akibat campak

Berita terkait: Pemerintah minta isolasi kasus campak selama mudik Lebaran

Penerjemah: Mecca, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Kesepakatan Twitter Elon Musk mungkin menjadi kesepakatan pembelian berleverage terburuk bagi bank sejak Lehman, meningkatkan risiko untuk Tesla.

Tinggalkan komentar