Kesiapsiagaan Karakter Pemuda di Tengah Dunia yang Bergolak

loading…

Hendarman – Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI (Ikatan Nasional Analis Kebijakan)/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor.

HENDARMAN
Ketua Tim Pakar Jabatan Fungsional Analis Kebijakan INAKI /Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor

Keadaan dunia saat ini tidak bisa dibilang baik. Perang belum berakhir di satu wilayah, konflik baru sudah muncul di wilayah lain. Krisis ekonomi datang bertubi-tubi, sementara perubahan teknologi bergerak lebih cepat dari kemampuan kita untuk menyesuaikan diri. Ironisnya, di tengah kemajuan yang menjanjikan kemudahan, justru perasaan rapuh semakin meluas.

Dalam situasi seperti ini, pertanyaan yang mengganggu bukan cuma tentang kesiapan ekonomi atau teknologi, tapi sesuatu yang lebih mendasar. Pada intinya, apa yang tersisa dari karakter pemuda kita ketika dunia benar-benar tidak bersahabat?

Selama ini yang terlalu diandalkan adalah pendidikan formal, keahlian digital, dan kemampuan global dianggap cukup bekal untuk masa depan. Padahal, sejarah berkali-kali tunjukkan bahwa dalam situasi krisis, bukan hanya kecerdasan yang menentukan ketahanan suatu bangsa, tapi karakter manusianya.

Ketahanan Tidak Dibangun dalam Semalam
Kalau kita lihat negara-negara yang bisa bertahan dalam tekanan ekstrem, ada satu pola yang jelas. Polanya adalah ketahanan yang dibangun bukan cuma oleh negara, tapi juga oleh masyarakatnya sendiri.

Pengalaman Iran bisa jadi contoh yang menarik. Di tengah sanksi ekonomi yang lama dan tekanan geopolitik, negara itu tetap berjalan. Aktivitas sosial tidak berhenti, sistem tetap berfungsi, dan masyarakatnya tidak sepenuhnya hancur karena keadaan. Tentu, situasi itu bukan tanpa masalah.

Tapi yang perlu diingat, adanya kemampuan adaptif masyarakat untuk hidup dalam keterbatasan, menjaga solidaritas, dan menerima kenyataan tanpa hilang semangat juang. Disinilah letak pelajaran pentingnya, ketahanan sejati tidak datang dari kenyamanan, tapi dari karakter yang ditempa oleh keadaan.

MEMBACA  Menerapkan Keadilan Terhadap Orang Kafir, Inilah Pendapat Ibnu Arabi

Tinggalkan komentar