loading…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan perdana usai libur panjang Lebaran 2026. Foto/Dok
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan perdana setelah libur panjang Lebaran 2026. Di awal sesi, IHSG turun ke level 6.975 atau terkoreksi sekitar 1,72% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 7.097.
Sejak pembukaan, indeks langsung berada di zona merah dengan pergerakan yang cenderung menurun. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.024, tapi tekanan jual yang cukup kuat menyeret indeks ke level terendah di 6.972 di awal sesi.
Pelemahan IHSG terjadi bersamaan dengan dominasi saham yang bergerak turun. Ada sebanyak 433 saham yang melemah, jauh lebih banyak dibanding 144 saham yang menguat, sementara 381 saham stagnan. Nilai transaksinya tercatat cukup besar, mencapai Rp1,33 triliun dengan volume perdagangan sekitar 1,44 miliar saham.
Baca Juga: Nilai Transaksi Melonjak Rp23,3 Triliun, IHSG Sepekan Pasca Libur Lebaran 2026 Naik Tipis
Semua sektor saham terpantau berada di zona merah pada pembukaan hari ini. Sektor barang baku memimpin pelemahan dengan penurunan sekitar 1,96%, disusul sektor infrastruktur yang turun 1,83% dan sektor non-primer yang melemah 1,77%. Sementara itu, sektor keuangan, properti, sampai teknologi juga sama-sama mengalami tekanan.
Di tengah pelemahan pasar secara keseluruhan, beberapa saham masih mencatatkan penguatan yang signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers. Saham Indo Premier Investment Management (XISB) memimpin dengan kenaikan 24,78% ke level 715. Diikuti oleh Soho Global Health (SOHO) yang naik 19,70% dan Pinnacle Persada Investama (XPLQ) yang menguat 17,65%.
Baca Juga: Pergerakan IHSG Hari Ini Masih Dibayangi Tekanan, Berisiko Turun hingga 6.887
Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada kelompok top losers. Saham Indo Premier Investment Management (XIML) terkoreksi paling dalam, yaitu 14,63% ke level 175. Kemudian diikuti oleh Ciptadana Asset Management (XCIS) yang turun 10,26% dan Fortune Mate Indonesia (FMII) yang melemah 9,42%.
(akr)