Penyidik Imigrasi Batam Diperiksa atas Dugaan Pemerasan terhadap Warga Asing

Batam, Kepulauan Riau (ANTARA) – Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia sedang menyelidiki dugaan pemerasan yang menargetkan warga negara asing yang tiba di Terminal Ferry Internasional Batam Center, pintu masuk utama bagi pelancong dari Singapura.

Kepala Kantor Imigrasi Wilayah Kepri, Ujo Sutojo, menyatakan kantornya telah mengidentifikasi seorang pegawai berinisial JS dan seorang individu dari pihak ketiga berinisial AS sebagai tersangka dalam skema tersebut.

“Setiap petugas yang terlibat dalam kasus ini akan diberikan sanksi sesuai prosedur disiplin,” tegas Sutojo dalam konferensi pers pada Minggu.

Berdasarkan penyelidikan awal dengan meninjau data kedatangan penumpang dan rekaman CCTV, penyidik menemukan satu kasus dugaan yang melibatkan seorang warga Myanmar bernama NAY.

Dalam kejadian itu, NAY diminta untuk tetap tinggal untuk pemeriksaan lebih lanjut setelah gagal menunjukkan tiket pulang saat pemeriksaan imigrasi di Batam.

Penyidik kemudian melihat ada pihak ketiga yang tiba-tiba ikut campur dan bernegosiasi dengan petugas yang bertugas. Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengindikasikan bahwa mereka sepakat untuk meminta sejumlah uang dari warga negara asing tersebut.

Kepala Unit Kepatuhan Internal Kantor Imigrasi Wilayah, Washington Napitupulu, menjelaskan selain NAY, penyidik juga mengidentifikasi dua WNA lain yang diduga menjadi korban pemerasan. Masing-masing awalnya diminta membayar 100 dolar Singapura.

Namun, identitas dua orang tersebut belum dapat diketahui.

“Berdasarkan pengakuan pihak ketiga… ketiga WNA awalnya diminta bayar 100 dolar Singapura per orang. Setelah negosiasi, nominalnya disepakati menjadi 250 dolar Singapura untuk bertiga,” ujar Napitupulu.

Dia menegaskan penyelidikan terhadap petugas dan pihak ketiga yang terlibat akan dilanjutkan. Selain itu, pengawasan internal dan disiplin pegawai akan diperkuat agar pelayanan imigrasi optimal serta mencegah terulangnya kejadian serupa.

MEMBACA  Saham AI rentan terhadap pengambilan untung karena Druckenmiller menjual NvidiaSaham AI Rentan Terhadap Pengambilan Keuntungan Saat Druckenmiller Menjual Nvidia

Berita terkait: Bali Immigration thwarts escape attempt of British Interpol fugitive
Berita terkait: Indonesia keeps watch on foreigners in Bali despite WFA policy
Berita terkait: Bali authorities detain three foreign nationals over porn video case

*Penerjemah: Amandine Nadja, Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026*

Tinggalkan komentar