Pemerintah Percepat Pembangunan Hunian Tetap bagi Korban Bencana Sumatra

Jakarta (ANTARA) –
Pemerintah terus mempercepat pembangunan rumah permanen bagi warga yang rumahnya rusak parah atau hilang akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra.

“Tahapan hunian sementara hampir selesai. Kami sekarang masuk ke fase mempercepat semua pembangunan rumah permanen,” ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam pernyataannya, Jumat.

Menteri mengatakan percepatan ini bertujuan memastikan masyarakat terdampak tidak tinggal terlalu lama di tempat penampungan sementara.

Penekanan ini disampaikannya saat meninjau lokasi pembangunan rumah permanen di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pengembangan rumah permanen mengadopsi dua skema, yaitu in-situ dan komunal.

Dalam skema in-situ, warga dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi yang aman dengan bantuan dana sebesar Rp60 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang akan dicairkan dalam dua tahap.

Selain pembangunan mandiri, warga juga dapat langsung menyerahkan proses pembangunannya kepada BNPB.

Sementara itu, dalam skema komunal, rumah permanen dibangun dalam satu kompleks yang ditentukan di atas lahan yang disediakan pemerintah daerah.

Proses konstruksi dilakukan oleh Kementerian Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman atau melalui kerja sama dengan kementerian/lembaga lain serta pihak nonpemerintah.

Pembangunan rumah permanen di Desa Dolok Nauli merupakan contoh dari skema komunal, yang didukung oleh organisasi nonpemerintah, Yayasan Buddha Tzu Chi.

Dia mencatat bahwa yayasan tersebut membangun total 2.603 unit rumah di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Rinciannya adalah 1.000 unit di Aceh, 1.103 unit di Sumatra Utara, dan 500 unit di Sumatra Barat.

Berita terkait: Satgas prioritaskan pemulihan sungai dalam pemulihan Sumatra

MEMBACA  Kadin: Industri Indonesia Tak Terpengaruh Penutupan Pemerintah AS

Berita terkait: Setelah empat bulan, Sumatra beralih dari darurat ke rekonstruksi

Berita terkait: Indonesia salurkan Rp22,6 miliar untuk perbaikan perumahan di Samosir

Penerjemah: Fianda, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar