Motor atau Angkutan Umum, Mana Pilihan Lebih Efisien untuk Komuter Baru di Jakarta?

Jumat, 27 Maret 2026 – 13:23 WIB

Jakarta, VIVA – Setelah Lebaran, Jakarta kembali jadi magnet bagi para pencari kerja dari berbagai daerah. Fenomena ini hampir tiap tahun terjadi, di mana banyak perantau datang dengan harapan mendapat pekerjaan dan memulai hidup baru di ibu kota.

Seiring dengan itu, kebutuhan akan kendaraan pribadi juga meningkat. Motor jadi pilihan utama karena dinilai paling efisien untuk mendukung mobilitas sehari-hari di tengah kemacetan Jakarta, terutama untuk pekerja baru dengan gaji setara upah minimum provinsi (UMP).

Dengan gaji UMP Jakarta yang sekitar Rp5 jutaan, membeli motor tentu tidak bisa sembarang. Perlu pertimbangan yang matang supaya cicilan atau biaya belinya tidak memberatkan kebutuhan hidup, seperti biaya kos, makan, dan kebutuhan lainya.

Motor matic 110–125 cc menjadi pilihan yang paling rasional. Contohnya Honda BeAT, yang berdasarkan penelusuran VIVA Otomotif hari Jumat 27 Maret 2026 harganya sekitar Rp18–19 juta. Kalau dibeli kredit dengan DP Rp2–3 juta dan tenor 35 bulan, cicilannya sekitar Rp700 ribu sampai Rp850 ribu per bulan.

Sedangkan Honda Vario 125 yang harganya Rp23–25 juta punya cicilan sekitar Rp900 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan, dengan DP Rp3–4 juta. Yamaha Gear 125 yang harganya sekitar Rp20–21 juta juga bisa dicicil sekitar Rp800 ribu sampai Rp1 juta per bulan.

Di sisi lain, motor bekas tetaplah opsi yang paling realistis untuk pekerja baru. Dengan dana Rp5–8 juta, motor seperti Honda BeAT atau Yamaha Mio keluaran tahun lama sudah bisa dimiliki tanpa cicilan. Bahkan kalau dibeli kredit, cicilan motor bekas umumnya cuma Rp400 ribu hingga Rp700 ribu per bulan.

MEMBACA  Danantara Luncurkan Obligasi Patriot, Ditujukan bagi Pelaku Usaha Dalam Negeri

Tapi, bagaimana jika dibandingkan dengan transportasi umum di Jakarta?

Untuk pekerja yang mengandalkan TransJakarta, tarifnya relatif murah, yaitu sekitar Rp3.500 sekali jalan. Jika dipakai pulang-pergi selama 22 hari kerja, total biayanya cuma sekitar Rp154 ribu per bulan. Kalau dikombinasi dengan KRL atau MRT, biayanya bisa naik jadi sekitar Rp300 ribu sampai Rp600 ribu per bulan, tergantung jarak dan frekuensi perjalanan.

Sekilas, transportasi umum memang jauh lebih hemat dibandingkan cicilan motor. Namun, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti waktu tempuh, fleksibilitas, dan akses dari rumah ke halte atau stasiun.

Halaman Selanjutnya

Motor menawarkan keunggulan dalam hal kepraktisan dan efisiensi waktu, terutama bagi pekerja yang tinggal di area yang tidak terjangkau langsung oleh transportasi umum. Meski begitu, biaya operasional seperti bensin (sekitar Rp300–500 ribu per bulan) dan servis juga perlu diperhitungkan.

Tinggalkan komentar