Rabu, 25 Maret 2026 – 15:22 WIB
Surakarta, VIVA – Bermula dari camilan jadul yang kemasannya menarik, CamilanQ berkembang jadi usaha kuliner di Surakarta sejak 2020. Produk utamanya adalah Pastel Abon. Pemasaran dilakukan lewat penjualan online dan offline, serta memperbanyak ikut pameran dan acara. Sekarang jangkauan pasarnya sudah sampai ke luar kota.
Pastel Abon CamilanQ dikenal karena rasanya gurih dan teksturnya renyah. Mereka tetap pertahankan cita rasa khas dan pakai bahan baku berkualitas. Cara ini jadi dasar untuk mempertahankan minat pelanggan, meskipun selera pasar berubah dan saluran penjualan makin dinamis.
Pendiri CamilanQ, Sri Lestari Rahayu, menjelaskan bahwa pengembangan usahanya dilakukan bertahap. Fokusnya pada kualitas produk, promosi, dan layanan pelanggan supaya pertumbuhannya lebih stabil. Proses ini juga mendorong pemasaran lewat saluran digital, seiring dengan kebutuhan untuk menjangkau pembeli yang lebih beragam.
“CamilanQ awalnya dari hobi bikin kue dan camilan di rumah. Ide mulanya dari bikin pastel abon untuk keluarga dan tetangga, ternyata banyak yang suka dan minta dibuatkan lagi. Tahun 2020 mulai berjalan, awalnya jualan online di media sosial. Kami membangun usaha dengan terus meningkatkan kualitas produk, promosi, dan melayani pelanggan sebaik mungkin,” ujarnya.
Untuk memperkuat kemampuan digital, Sri memanfaatkan LinkUMKM BRI. Program ini membantu memperluas pasar melalui pelatihan digital marketing dan akses ke platform e-commerce, termasuk memanfaatkan fitur promo digital. CamilanQ juga menggunakan QRIS BRI serta tabungan BRI untuk bantu kelola keuangan usahanya.
“Saya kenal LinkUMKM BRI dari Rumah BUMN Solo. Saya gabung karena ingin tingkatkan kemampuan digital dan perluas pasar. LinkUMKM bantu melalui pelatihan digital marketing dan akses ke platform e-commerce. Fitur yang saya gunakan terutama promo digital. Setelahnya, omset meningkat dan jangkauan pasar jadi lebih luas,” ungkapnya.
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring. Mulai dari peningkatan kapasitas sampai penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan 6 fitur utama yang terintegrasi: UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB. Didukung pula oleh lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.
Halaman Selanjutnya
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dirancang untuk memperluas akses pembelajaran dan pendampingan. Tujuannya agar UMKM bisa memperkuat kemampuan digital serta mengelola usahanya dengan lebih terarah.