loading…
Bersilaturahmi di saat Idulfitri merupaka salah satu amalan yang sangat besar pahalanya dan juga bisa membuka pintu rezeki. Foto ilustrasi/ist
Ketika merayakan Idulfitri , tradisi yang paling melekat di masyarakat adalah silaturahmi , baik kepada keluarga, tetangga, teman, sampai rekan kerja. Banyak hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassallam yang menerangkan manfaat silaturahmi, termasuk sebagai amalan yang bisa membuka pintu rezeki .
Seperti hadis Nabi yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam Shahihul Bukhari:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Maknanya, “Siapa saja yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menyambung tali silaturahmi.” (HR Al-Bukhari).
Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman, ‘Aku adalah Ar-Rahman dan rahim (silaturahmi) itu berasal dari nama-Ku. Barangsiapa yang menyambungnya, Aku akan berikan rahmat-Ku kepadanya. Dan siapa yang memutuskannya, Aku akan putuskan rahmat-Ku darinya,” (HR Abu Dawud).
Hadis-hadis itu menekankan bahwa Allah SWT menciptakan ikatan rahim (silaturahmi) dan merawat ikatan itu adalah perbuatan yang diberi balasan serta perlindungan dari-Nya.
Baca juga: Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Dengan menjaga silaturahmi, seseorang dapa membuka lebih banyak pintu rezeki serta mendapat berkah yang melimpah dari Allah SWT.
Melalui silaturahmi tercipta kebersamaan. Kebersamaan adalah rahmat, sementara perpecahan adalah azab, seperti dalam petikan hadis riwayat Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad:
وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ، وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ
Artinya, “Kebersamaan itu rahmat, dan perpecahan itu azab.”
Syekh Abdurrauf Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan, kebersamaan akan membawa kepada rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Kebersamaan menunjukkan citra Islam yang elegan, kerukunan, akhlak mulia, ketakwaan, kebaikan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai baik para pendahulu.
Sebaliknya, perpecahan dan permusuhan akan mengantarkan pada azab Allah, karena setan mudah menyebarkan kebencian dan permusuhan yang berujung pada siksa neraka. Orang yang memutus tali silaturahmi, merusak jalinan persaudaraan, dan menebar permusuhan, tidak akan dapat merasakan surga Allah SWT, seperti dalam hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahih Muslim. Nabi saw bersabda:
“