Berniat Lindungi Arab Saudi dari Serangan Rudal Iran, Prancis Kini Hanya Andalkan Senjata Ini

loading…

Model rudal SCALP. CC/Rept0n1x

PARIS – Kehadiran militer Prancis di Timur Tengah makin bertambah, tapi ini juga diikuti dengan tanda-tanda yang jelas tentang keterbatasan di bidang keuangan, material, dan politiknya Paris.

Media Prancis menekankan bahwa kapal perang butuh bahan bakar, pesawat tempur menembakkan rudal yang harganya makin mahal, sementara anggaran pertahanan yang €57 miliar itu tidak dirancang untuk intervensi yang begitu mahal dan berlangsung lama.

Saat ini, militer Prancis mempertahankan sekitar 8.000 pasukan di Timur Tengah, didukung oleh hampir 50 pesawat tempur Rafale dan sejumlah kapal angkatan laut. Kekuatan inti angkatan laut terdiri dari kapal induk Charles de Gaulle, bersama dengan sekitar 26 pesawat Rafale dan pesawat peringatan dini E-2D, ditambah dua kapal serbu amfibi dan beberapa kapal perusak.

Selain itu, Prancis mempertahankan garnisun tetap di Djibouti dengan sekitar 1.500 tentara, di UEA dengan 900, di Irak dengan 1.200, di Lebanon dengan 800, dan di Yordania dengan 300. Meskipun skala keterlibatan mereka cukup besar, operasi-operasi ini pada dasarnya tetaap bersifat defensif.

MEMBACA  Penawaran Kasur Terbaik: Hemat Besar Selama Penjualan Awal Fourth of July Ini

Tinggalkan komentar