Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Qadha Ramadan, Bagaimana Caranya? Buya Yahya Jelaskan

Senin, 23 Maret 2026 – 12:11 WIB

Jakarta, VIVA – Suasana lebaran masih terasa hangat bagi umat Muslim yang sekarang sudah masuk bulan Syawal. Di bulan ini, umat Islam disarankan untuk melakukan puasa Syawal selama enam hari sebagai ibadah sunnah yang punya banyak keutamaan.

Meski begitu, banyak juga umat Islam yang masih punya kewajiban untuk mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal. Jadi muncul pertanyaan, boleh nggak sih menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa Syawal? Yuk kita bahas lebih lanjut!

Puasa Syawal sendiri adalah ibadah sunnah yang dianjurkan setelah Ramadan. Banyak muslim yang bersemangat menjalankannya untuk dapat pahala tambahan. Tapi, buat mereka yang masih punya utang puasa, sering bingung harus mendahulukan qadha atau mengejar puasa Syawal.

Dalam sebuah penjelasan di channel YouTube Al Bahjah TV, pendakwah ternama Buya Yahya memberikan panduan jelas tentang ini. Beliau menekankan bahwa kewajiban ganti puasa Ramadhan harus jadi prioritas utama daripada puasa sunnah.

“Niatnya yang fardhu aja dulu. Niatnya mengqadha, tapi dapat juga pahala puasa sunnah. Niatnya nggak usah digabung, nanti nggak sah,” kata Buya Yahya, dikutip Senin 23 Maret 2026.

Pernyataan ini menegaskan bahwa dalam prakteknya, niat puasa tidak boleh digabung antara qadha Ramadhan dan puasa Syawal. Ini sesuai dengan pandangan mazhab Syafi’i yang menyatakan bahwa menggabung niat untuk dua ibadah dengan hukum beda—fardhu dan sunnah—itu tidak sah.

Tapi, umat Islam nggak perlu khawatir kehilangan kesempatan dapat pahala puasa Syawal. Buya Yahya menjelaskan bahwa orang yang menjalankan puasa qadha di bulan Syawal tetap bisa dapat pahala tambahan dari amalan sunnah tersebut.

“Nggak perlu digabung sunnahnya. Tapi, Allah Maha Pemberi. Karena kamu puasa di hari yang sunnah, jadi dapat bonus pahala sunnah,” ujarnya.

MEMBACA  Sistem Kesehatan AS Beradaptasi dengan Imigran yang Menyusut dan Populasi yang Menua

Jadi, solusi yang dianjurkan adalah tetap berniat menjalankan puasa qadha seperti biasa. Tanpa perlu niat ganda, seorang muslim tetap bisa meraih keutamaan puasa di bulan Syawal.

Tinggalkan komentar