Bolehkah Puasa Syawal Meski Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasan Buya Yahya

Minggu, 22 Maret 2026 – 08:32 WIB

Jakarta, VIVA – Bulan Syawal selalu jadi momen yang dinanti-nanti umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain terkenal dengan suasana silaturahmi dan perayaan Idul Fitri, bulan ini juga dikenal dengan anjuran untuk mengerjakan puasa sunnah selama enam hari. Amalan ini dipercaya punya keutamaan besar sebagai penyempurna ibadah Ramadhan.

Puasa Syawal bisa dikerjakan mulai tanggal 2 Syawal sampai akhir bulan. Berbeda sama puasa Ramadhan yang wajib dilakukan sebulan penuh, puasa Syawal cuma dikerjakan enam hari saja, bisa berturut-turut atau terpisah-pisah. Keistimewaan puasa ini bahkan dibilang setara dengan pahala puasa satu tahun penuh. Yuk, scroll terus!

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa selama setahun," (HR. Muslim).

Tapi, muncul pertanyaan di masyarakat: gimana hukumnya menjalankan puasa Syawal bagi orang yang masih punya utang puasa Ramadhan? Bolehkah atau justru harus ditunda dulu?

Menjawab hal ini, Buya Yahya dalam satu ceramahnya menjelaskan bahwa puasa Syawal adalah amalan tambahan yang bersifat sunnah. Sementara itu, puasa Ramadhan itu wajib, jadi harus jadi prioritas utama bagi setiap Muslim yang punya tanggungan.

"Jadi dahulukan bayar utang (qadha puasa ramadhan). Cuma Allah kan maha kasih, Ibu bayar utang puasanya di bulan syawal. Niatkan bayar utang saja," ucap Buya Yahya dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Minggu 22 Maret 2026.

Lebih lanjut, dia terangkan bahwa seseorang tetap bisa dapat keutamaan puasa Syawal meski niat utamanya adalah mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal, asalkan pelaksanaannya dilakukan di bulan Syawal. Dengan kata lain, fokus utama tetap pada melunasi kewajiban, sementara pahala sunnah bisa mengikuti sebagai bentuk kemurahan Allah.

MEMBACA  Jawaban TTS Mini The New York Times Hari Ini, 10 Januari

"Tapi kalau bayar utang (puasa), sunnahnya dapat. Cukup (niat) saya mengqadha puasa Ramadhan di bulan Syawal. Utangnya kebayar, trus dapat pahala sunnah," ucap Buya Yahya.

Namun, dia ingatkan untuk tidak menggabungkan dua niat sekaligus dalam satu ibadah puasa. Menurut pandangan mazhab Imam Syafi’i, hal ini tidak diperbolehkan dan bisa bikin puasanya tidak sah.

"Tetapi jangan di double niatnya. Kalau niatnya di double disebutkan oleh para ulama kita, Imam Syafi’i puasanya enggak sah. Misalnya aku puasa qadha dan puasa Syawal, enggak sah. Cukup anda niatkan puasa bayar utang, nanti Allah akan memberikan pahala syawal," tambah Buya Yahya.

Tinggalkan komentar