Hikmah Kemenangan: Keteguhan dalam Menjalankan Ajaran Islam

loading…

Hari Raya Idulfitri selalu dirayakan dengan suka cita dimana-mana. Umat Islam merayakan momen yang disebut sebagai hari kemenangan dan waktu untuk kembali ke Fitrah. Foto ilustrasi/ist

Hari Raya Idulfitri selalu diwarnai kegembiraan di berbagai tempat. Umat Islam merayakan momen yang dikenal sebagai "hari kemenangan" dan "saatnya kembali ke Fitrah". Sebenarnya, apa arti Fitrah itu?

Sudah menjadi tradisi, setiap Lebaran umat Muslim mengisi berbagai kegiatan setelah salat Ied. Ada yang bersilaturahmi dan bermaaf-maafan ke keluarga, pakai baju baru, makan ketupat lebaran, mengunjugi tempat wisata, dan lain-lain.

Pada 1 Syawal, umat Islam disyariatkan untuk makan dan minum setelah berpuasa Ramadhan sebulan penuh. Ramadhan menjadi sekolah bagi umat Islam untuk menjadi hamba yang bertakwa. Selama sebulan menjauhi segala dosa, mengendalikan hawa nafsu, dan mengerjakan hal-hal yang disyariatkan agama. Barangsiapa bersabar dalam ujiannya, maka sungguh ia telah meraih kemenangan.

Pada 1 Syawal, ia telah kembali ke Fitrah. Disebut ‘Ied karena Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW). Kalimat ini berarti ‘semoga kita semua termasuk orang yang kembali (ke fitrah) karena berhasil menahan diri (berpuasa)’.

Baca juga: Sunnah Idulfitri, Tempuh Jalan Berbeda Setelah Salat Ied

Secara etimologi, kata Fitrah berasal dari bahasa Arab fathora (فطر) dari masdar fathrun yang artinya belah atau pecah. Dari akar kata yang sama, muncul kata Fitrah yang berarti sifat atau pembawaan luhur sejak lahir.

Dalam Al-Qur’an, kata Fitrah digunakan dengan makna Al-Insyiqaq atau al-Syaqq yang juga berarti pecah atau belah. Dalam ayat lain, terdapat makna Al-Khalqah al Iijad atau al-Ibda’, artinya penciptaan. Fitrah adalah tabiat alami manusia.

MEMBACA  Pembalikan nasib yang memukau dalam pemilihan sejarah Kanada

Menurut Al-Auza’i, Fitrah adalah kesucian. Beliau memaknai kesucian tersebut berdasarkan hadis tentang kebersihan fisik. Dari Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

"Sepuluh hal yang termasuk dalam fitrah yaitu (1) mencukur kumis (2) membiarkan jenggot (3) bersiwak (4) menghirup air ke hidung (5) memotong kuku (6) membersihkan sela jari (7) mencabut bulu ketiak (8) mencukur bulu kemaluan (9) cebok dengan air, dan (10) berkumur." (HR Muslim dan Abu Dawud)

Hikmah Idulfitri

Setiap Muslim yang kembali ke fitrah akan istiqomah memegang teguh ajaran Islam. Ia semakin yakin bahwa Allah Maha Hidup dan Maha Sempurna, hanya kepada-Nya tempat bergantung dan kembali.

Tinggalkan komentar