Indonesia Bidik Angin Surga Batu Bara untuk Melindungi APBN di Tengah Ketegangan Global

Jakarta (ANTARA) – Indonesia berencana mengoptimalkan penerimaan negara dari batu bara untuk menangkap keuntungan lebih (windfall profit) seiring naiknya harga energi global. Hal ini bertujuan memperkuat posisi fiskal di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ujar seorang menteri senior pada Kamis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah sedang mengevaluasi kemungkinan penerapan pajak ekspor atas batu bara menyusul kenaikan harga yang terkait gangguan pasokan minyak mentah dan gas alam cair.

“Sebuah tim akan mengkaji tingkat pajaknya. Kami harap penerimaan pemerintah akan meningkat dari keuntungan lebih ini,” katanya dalam konferensi pers di Kompleks Istana Presiden, Jakarta.

Untuk mendukung kebijakan ini, pemerintah berencana merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Pertambangan Batu Bara 2026 agar target produksi lebih selaras dengan kondisi pasar dan tujuan penerimaan.

Di luar komoditas, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel ke energi surya untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar dan menekan biaya energi dalam negeri.

“Presiden telah menginstruksikan hal ini segera dilaksanakan. Danantara telah ditugaskan untuk menangani masalah teknis terkait konversi tenaga surya,” ujar Hartarto.

Meski tekanan belanja meningkat, pemerintah akan mempertahankan sikap fiskal yang ketat. Hartarto menyatakan defisit anggaran akan tetap di bawah batas hukum 3 persen.

“Arahan utama presiden adalah menjaga APBN. Kita harus pastikan defisit tetap dalam batas hukum 3 persen itu,” tambahnya.

Pemerintah juga mengkaji belanja operasional di berbagai kementerian untuk meningkatkan efisiensi. Langkah yang diusulkan termasuk pengaturan kerja yang lebih fleksibel bagi PNS untuk mengurangi biaya administratif dan utilitas.

Detail teknis lebih lanjut sedang diselesaikan dan akan diumumkan setelah kerangka implementasinya siap.

MEMBACA  Demi Allah, Tiada Unsur Kesengajaan

Berita terkait: Prabowo calls for optimal mineral, coals use to boost income

Berita terkait: Indonesia to cut coal production to around 600 million tons in 2026

Penerjemah: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar