Diterbitkan Pada 20 Mar 2026
Umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri pada Jumat, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, di mana mereka berpuasa dari terbit hingga terbenamnya matahari.
Ramadan berakhir dengan terlihatnya hilal, yang menandai dimulainya bulan Syawal.
Karena beberapa negara bergantung pada pemantauan fisik bulan, waktunya dapat bervariasi sesuai lokasi. Akibatnya, sejumlah negara, termasuk Mali, Niger, dan Afghanistan, telah merayakan Idul Fitri pada Kamis.
Negara-negara lain di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara merayakannya pada Jumat.
Perayaan keagamaan ini berlangsung selama dua hari, dan berbeda dengan Idul Adha, yang terjadi selama ibadah haji.
Idul Fitri biasanya diawali dengan salat berjamaah di area terbuka, serta menjadi kesempatan bagi keluarga dan teman untuk berkumpul serta mengikuti salat dan perayaan besar.
Bagi banyak negara berpenduduk mayoritas Muslim, perayaan tahun ini datang di tengah latar belakang konflik dan ketidakstabilan.
Di Iran, perang yang berlangsung telah menyebabkan gangguan luas, sementara sebagian kawasan Teluk menghadapi efek limpahan dari eskalasi regional.
PBB menyatakan lebih dari satu juta orang mengungsi di Lebanon seiring meluasnya serangan Israel.
Sudan telah menjadi krisis kemanusiaan terbesar di dunia seiring perang di sana memasuki tahun ketiga.