Jaring Pelindung: Senjata Terpopuler untuk Menggagalkan Drone Rusia di Perang Ukraina

Jaring pelindung jadi senjata paling populer menangkal drone Rusia. Foto/X/@TheDeadDistrict

KIEV – Pemandangan bangunan abad ke-19 yang penuh lubang akibat pecahan peluru dan tembakan bukanlah hal paling mengejutkan bagi pengunjung kota di Ukraina timur ini. Sebaliknya, fakta bahwa mereka berkendara ke kota melalui lorong-lorong yang dilapisi jaring drone putih adalah yang menonjol. Ini adalah metode terbaru dan berteknologi rendah untuk menghentikan salah satu kemajuan teknologi tinggi dalam perang — penggunaan drone FPV, atau first-person-view.

Seluruh kota Izium kini diselimuti jaring anti-drone.

"Aneh rasanya tiba-tiba melihat mereka muncul di kota besar," kata Andriy, seorang tentara yang bertugas di sini dan tidak diizinkan menyebutkan nama belakangnya. "Saya pikir ini agak menyedihkan."

Drone FPV yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan kamera untuk menargetkan sasarannya. Kabel serat optik yang hampir tak terlihat, yang terpasang untuk navigasi, membuat mereka sulit diganggu. Kehadiran drone FPV telah benar-benar mengubah peperangan. Mereka menjadikan seluruh garis depan sebagai "zona kematian," area sepanjang 25 kilometer di mana tidak ada yang bergerak—tidak ada tentara atau kendaraan yang berani lewat kecuali terlindungi oleh awan.

Menurut militer Ukraina, hingga 80% korban jiwa di garis depan sekarang disebabkan oleh drone FPV, yang bisa terbang sejauh 15 mil.

Jaring Pelindung Jadi Senjata Paling Populer Menangkal Drone Rusia

  1. Jurus Sederhana, Tapy Efektif

    Untuk menurunkan angka-angka tersebut, para pemimpin militer Ukraina mengadopsi teknik yang sangat mendasar: jaring nilon yang kuat yang di pasang di atas jalan untuk menjerat drone sebelum mereka menukik ke arah mobil atau manusia. Baling-baling mereka akan tersangkut, membuat drone tersebut jatuh.

    Jaring-jaring tersebut membentang di sepanjang jalan kota di Izium serta dipasang di depan bangunan yang hancur akibat serangan Rusia.

MEMBACA  "Dedi Mulyadi Terapkan Jam Malam untuk Pelajar di Jawa Barat" (Perubahan kosakata tanpa mengubah makna: "berlakukan" diganti dengan sinonim "terapkan", frasa "bagi pelajar" disesuaikan menjadi "untuk pelajar" agar lebih natural dalam konteks kalimat aktif.)

Tinggalkan komentar