Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana telah mengeluarkan instruksi yang mewajibkan pendekatan ekonomi sirkuler dalam pengelolaan sampah pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini untuk menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, ia menyatakan bahwa dapur MBG, yang secara resmi disebut unit layanan pemenuhan gizi (SPPG), harus menerapkan konsep ekonomi sirkuler secara komprehensif di semua tahap program. Tahap itu meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan.
Hindayana menjelaskan, penerapan ekonomi sirkuler dalam program prioritas nasional ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi ekonomi sampah secara penuh. Sampah didaur ulang dan dipakai kembali menjadi sumber daya yang berharga untuk berbagai keperluan.
Untuk itu, dia menekankan bahwa SPPG wajib memilah sampah menjadi empat jenis: organik, anorganik, residu, serta bahan berbahaya dan beracun (B3).
Selain itu, dapur-dapur ini harus menyiapkan tempat penyimpanan untuk sampah terpilah, mengoperasikan kendaraan pengangkut sampah, serta memiliki peralatan untuk mendaur ulang sampah menjadi pupuk atau barang bernilai lain.
Kepala BGN juga menekankan pentingnya langkah edukasi. Tujuannya meningkatkan kesadaran baik pengelola SPPG maupun penerima manfaat MBG tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab untuk kebaikan bersama.
Dalam hal pertanggungjawaban, dia meminta dapur MBG memastikan dokumentasi dan pemantauan rutin. Ini termasuk menyediakan data kuantitatif volume sampah setiap jenis. Pelaporan seperti ini penting untuk evaluasi guna mencapai efisiensi pengelolaan sampah yang lebih tinggi.
“Semua harus tercatat dengan baik agar kita bisa melakukan evaluasi untuk meningkatkan efisiensi sistem dan mengurangi sampah,” jelas Hindayana. Dia menambahkan bahwa SPPG wajib menyerahkan laporan sampah kepada pemerintah daerah.
Dia menggarisbawahi bahwa instruksi baru ini dimaksudkan agar program MBG mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan asupan gizi masyarakat, tanpa mengabaikan komitmen pemerintah terhadap kelestarian lingkungan.
Berita terkait: Jeda makanan gratis selama libur Eid hemat triliunan rupiah
Berita terkait: Lebih dari 1.000 dapur MBG ditangguhkan untuk perbaikan layanan: Prabowo
Berita terkait: Indonesia dorong menu inovatif untuk program makan gratis
Penerjemah: Lintang B, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026