Amerika Gemar Membeli Mobil yang Sering Ditarik Kembali

Jutaan mobil telah direcall tahun ini. Pada bulan Februari, Ford menarik lebih dari 4 juta kendaraan akibat masalah perangkat lunak yang dapat menyebabkan lampu belakang, lampu sein, dan lampu rem pada trailer yang tersambung berhenti berfungsi. Toyota juga baru-baru ini merecall lebih dari setengah juta Highlander karena kursi baris belakang yang bermasalah.

Namun, jumlah recall yang tinggi dan ribuan kecelakaan fatal ternyata tidak cukup untuk menghalangi orang Amerika membeli beberapa mobil paling populer di negara tersebut, menurut sebuah analisis baru.

Brown & Crouppen, sebuah firma hukum yang fokus pada kasus kecelakaan jalan, meneliti kendaraan mana yang memiliki catatan terburuk dalam hal recall dan insiden fatal namun tetap terjual dalam jumlah besar. Truk pikap Ford Ranger dan F-150, bersama dengan Nissan Altima, menempati tiga posisi teratas.

Menggunakan data AS untuk kendaraan dari 2020 hingga 2025, firma tersebut menganalisis jumlah recall, keterlibatan dalam kecelakaan fatal, dan peringkat keselamatan, serta total penjualan dan seberapa sering orang mencarinya secara daring dengan istilah seperti ‘beli’ atau ‘dijual’.

Metrik-metrik tersebut kemudian digabungkan menjadi skor tertimbang, dengan penekanan terbesar pada recall per 100.000 kendaraan terjual, diikuti oleh kecelakaan fatal per 100.000 mobil terjual. Peringkat keselamatan dan total penjualan diberi porsi lebih kecil.

Angka gabungan itu menghasilkan apa yang disebut firma sebagai ‘skor permintaan disesuaikan risiko kendaraan’, yang dimaksudkan untuk menyaring hubungan antara catatan keselamatan mobil dan permintaan konsumen.

Ford Ranger menduduki peringkat tertinggi dengan 42 recall, mulai dari kebakaran mesin hingga kegagalan rem, dan hampir 2.000 kendaraan terlibat dalam kecelakaan fatal. Meski demikian, lebih dari 400.000 unit berhasil terjual dalam lima tahun terakhir.

MEMBACA  Profil Johan Budi, Eks Jubir KPK yang Kini Ditunjuk sebagai Komisaris Transjakarta

Ford F-150 berada di posisi kedua dengan 94 recall—terbanyak di antara semua model—dan sekitar 8.200 kendaraan terlibat dalam kecelakaan mematikan. Akan tetapi, dengan penjualan sekitar 4,6 juta unit, skor keseluruhannya menjadi lebih moderat ketika disesuaikan dengan angka penjualan.

Nissan Altima melengkapi tiga besar, dengan catatan 10 recall dan lebih dari 4.000 kecelakaan fatal. Dengan penjualan lebih dari 716.000 unit sejak 2020, mobil ini termasuk di antara yang paling mematikan dalam analisis relatif terhadap penjualannya.

Kendaraan populer lain yang masuk 10 besar dalam analisis ini termasuk Mercedes-Benz Kelas-C, Porsche Taycan, Toyota Sienna, Toyota Camry, dan Honda CR-V.

Para ahli hukum di Brown & Crouppen menyatakan temuan ini mengindikasikan bahwa recall sering kali sedikit berdampak pada reputasi kendaraan, sebagian karena banyak pengemudi tidak menyadarinya.

“Kebanyakan orang bahkan tidak pernah mendengar tentang penarikan keselamatan kecuali itu menjadi berita nasional,” tulis mereka. “Produsen mengirimkan surat melalui pos, tapi setengahnya berakhir di tempat sampah bersama surat sampah lainnya. Lalu, mobil dengan cacat yang diketahui tetap berkeliaran di jalan selama bertahun-tahun.”

Ford dan Nissan tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Gizmodo.

Tinggalkan komentar