McDonald’s lagi menyiapkan menu dengan harga termurah dalam bertahun-tahun. Ini mungkin lebih menunjukan kondisi ekonomi Amerika daripada sekedar tren makanan cepat saji.
Walaupun penjualan naik di kuartal lalu, eksekutif rantai burger terbesar dunia itu mengakui dalam laporan keuangan Februari bahwa lingkungan bisnis makanan cepat saji akan "tetap menantang" di tahun 2026. Meski berhasil menarik lebih banyak pelanggan berpendapatan rendah di kuartal keempat, kelompok konsumen ini tetap mengurangi pengeluaran karena inflasi yang tinggi.
Untuk mengatasi ini, CEO Chris Kempczinski bilang McDonald’s akan fokus pada komitmen memberikan nilai dan diskon yang lebih besar. "McDonald’s tidak akan kalah dalam hal nilai dan harga terjangkau," katanya.
Sebagai bagian dari usaha terbaru, McDonald’s kabarnya akan meluncurkan menu nilai baru di bulan April. Menu ini akan menawarkan item seperti 4 potong Chicken McNuggets atau Sausage Biscuit dengan harga $3 atau kurang. Mereka juga akan punya paket sarapan $4 yang termasuk McMuffin, kentang hash brown, dan kopi. Menu $3 baru ini akan menggantikan platform McValue yang diluncurkan Januari 2025.
Menu McDonald’s Cocok dengan Ekonomi Berbentuk K
Menu nilai terbaru McDonald’s sangat sesuai dengan tren ekonomi berbentuk K. Orang berpendapatan tinggi tetap baik-baik saja, sementara orang berpendapatan rendah terbebani harga tinggi dan gaji yang stagnan. Hal sama terjadi di McDonald’s. Lalu lintas pelanggan berpendapatan tinggi stabil, tapi CEO memperingatkan bahwa konsumen berpendapatan rendah "sangat sensitif terhadap nilai dan harga."
McDonald’s bukan satu-satunya yang menargetkan pelanggan ini. Wendy’s, Burger King, dan Taco Bell juga punya promosi nilai agresif untuk menarik pelanggan yang semakin selektif.
Untuk memenangkan konsumen yang pemilih ini, Mark Wasilefsky dari TD Bank mengatakan rantai restoran semakin mencari cara memberikan nilai. "Pilihan harga rendah, jika dipilih dengan hati-hati, diharga dengan tingkat acceptable, dan dipasarkan secara agresif, bisa menciptakan nilai yang dirasakan dan menghasilkan pelanggan jangka panjang," ujarnya.
Menu McDonald’s Tunjukan Masalah Ekonomi Lebih Besar
Beberapa orang khawatir menu $3 baru ini bisa menandakan masalah ekonomi yang lebih luas. Sebuah pos oleh pasar prediksi Kalshi tentang menu $3 itu dilihat lebih dari 4 juta kali di X. Banyak pengguna menyatakan resesi sudah dekat. Satu pengguna yang mengutip post itu mendapat 2.6 juta view untuk pernyataan: "Oh ini benar-benar RESESI."
McDonald’s bertaruh makanan $3 akan mengembalikan pelanggan berpendapatan rendah. Tapi, itu mungkin sulit ketika banyak orang Amerika percaya masa depan akan membawa lebih banyak kesulitan ekonomi.
Survei Pew Research bulan lalu menemukan 72% orang menilai kondisi ekonomi biasa saja atau buruk. Hampir 40% percaya kondisi akan lebih buruk setahun dari sekarang.
Tekanan ini, kata Wasilefsky, membuat persepsi nilai semakin penting untuk rantai yang mencari konsumen berpendapatan rendah. "Untuk merek yang mampu melakukannya, ini saat yang tepat untuk meyakinkan pelanggan lama dan baru tentang nilai merek Anda," katanya.