Bagi sebagian orang, hal yang paling menakutkan dalam mengendarai kendaraan roda dua bukanlah kerentanan terhadap serangga, cuaca, atau kendaraan besar; melainkan ketakutan akan terjatuh. Kini, hadir sebuah e-motor yang rencananya akan diproduksi dalam beberapa bulan mendatang dan dapat mengatasi masalah tersebut.
OMOWAY yang berbasis di Singapura mendeskripsikan motor listrik OMO-X mendatang mereka sebagai motor listrik self-balancing hasil produksi massal pertama di dunia. Motor ini dilengkapi teknologi mutakhir yang diharapkan dari perusahaan yang menyebut diri “Tesla-nya Motor”. Startup ini memaparkan beberapa fitur unggulannya dalam siaran pers:
Inti dari inovasi ini adalah sistem HALO Pilot proprietary. Sistem ini mengombinasikan pemrosesan visi dengan teknologi penyeimbang mandiri OMO yang canggih, memungkinkan motor untuk tetap seimbang bahkan dalam kondisi lalu lintas berkecepatan rendah. HALO Pilot menghadirkan kenyamanan layaknya mobil ke kendaraan roda dua dengan fitur seperti adaptive cruise control (ACC), parkir satu sentuh, dan fungsi panggil. HALO Link Connect dari OMOWAY mendefinisikan ulang mobilitas cerdas. Sistem ini mengusung keamanan siber tingkat otomotif dan menawarkan fitur mulus seperti “kunci digital” untuk membuka kunci serta otorisasi jarak jauh. Sistem ini juga mengintegrasikan teknologi V2X Connect yang revolusioner, memberikan pengalaman benar-benar inovatif melalui kokpit cerdas 10,25 inci yang mengintegrasikan navigasi real-time dan data stasiun pengisian daya, menghilangkan risiko akibat penggunaan pemegang ponsel. Selain itu, dengan komunikasi antar-kendaraan, pengendara dapat menikmati touring berkelompok dan berbagi rute navigasi.
Karena kemampuannya menyeimbangkan diri, OMO-X memiliki tiga mode, termasuk Mode Skuter yang diklaim OMOWAY “mengubah kesan medioker dari motor matik tradisional.” Dalam pengaturan ini, motor ini efektif menjadi skuter yang cocok untuk satu orang dengan ransel, tapi tidak untuk muatan lebih. Dalam Mode Jalanan, beberapa aksesori tambahan mengakomodasi beban dan kecepatan berbeda sehingga perangkat lunak dapat beradaptasi. Terakhir, GT Mode memiliki lebih banyak aksesori tempel untuk bagasi dan menyesuaikan pengaturan secara otomatis.
Tergantung modenya, OMO-X menyesuaikan giroskopnya untuk kondisi dan kecepatan tertentu, berusaha mengimbangi gerakan pengendara agar tetap tegak dan mengantisipasi perubahan bobot atau permukaan jalan. Tujuannya adalah menghilangkan pikiran tentang keseimbangan dari benak pengendara, sehingga sangat ideal untuk pengendara motor baru atau kasual. OMOWAY juga menyebutkan bahwa perangkat lunak berbasis cloud mereka dapat mempelajari rute tertentu sehingga tidak perlu lagi mengantisipasi kondisi jalan.
Perusahaan ini didirkan oleh salah satu pendiri produsen mobil listrik China, XPeng. OMOWAY berkantor pusat di Singapura, dengan pusat pengembangan di Guangzhou, China, dan produksi di Jakarta.
Pada Januari lalu, OMOWAY mengumumkan telah mengamankan pendanaan “puluhan juta dolar AS” untuk memproduksi OMO-X. Jumlah pastinya tidak disebutkan, tetapi sebagian berasal dari Hui Capital yang didirikan oleh salah satu pendiri raksasa EV China lainnya, BYD.
OMOWAY menyatakan bahwa meski memandang Asia Tenggara sebagai pasar potensial, mereka juga berencana menawarkan motor ini secara global sebagai alternatif kendaraan mobilitas listrik roda dua lainnya. Situs web OMOWAY menyebut pre-order akan dimulai akhir April, sebelum peluncuran resmi pada Mei.
Meski belum ada jaminan OMO-X akan tepat waktu untuk peluncuran di Asia Tenggara—apalagi untuk target kapan atau apakah akan sampai ke belahan dunia lain—berdasarkan kemajuan teknologi cepat dan impresif yang telah dicapai para pendukungnya di bidang mobil listrik China, konsep ini dapat membuka jalan bagi lebih banyak e-motor sejenis di masa depan.