Volatilitas Harga Minyak Capai Titik Ekstrem Seiring Gerak S&P 500 yang Menyatu dengan Crude

Harga Minyak Sangat Tidak Stabil, S&P 500 Ikuti Perubahan Harga Minyak
Proactive gunakan gambar dari Shutterstock

Volatilitas harga minyak mencapai tingkat ekstrim yang belum terlihat sejak pandemi. Pasar berusaha menghadapi dampak serangan AS dan Israel ke Iran, dan investor saham semakin terbawa arus.

Volatilitas tersirat dalam opsi minyak naik di atas 100% untuk jangka satu bulan. Ini melewati puncak saat perang Rusia-Ukraina 2022 dan mendekati level saat kepanikan lockdown pandemi, kata strategis Deutsche Bank.

Minyak Brent naik lebih dari 45% sejak konflik dimulai. Ini melebihi kenaikan rata-rata 30% pada guncangan minyak besar sebelumnya, seperti Perang Teluk 1990, Perang Irak 2003, dan invasi Rusia ke Ukraina.

Deutsche Bank perkirakan harga minyak sekarang 56% di atas nilai wajar jangka menengahnya. Level kelebihan nilai ini hanya pernah terlampaui sebentar saat puncak guncangan Rusia-Ukraina.

Strategis bank itu mencatat, ayunan harga harian minyak melonjak ke lebih dari 40% di awal minggu, lalu turun ke 6% yang masih tinggi. Volatilitas berkelanjutan sebesar ini membutuhkan pergerakan harian 6-7% yang terus-menerus.

Indeks S&P 500 hampir bergerak sejalan dengan harga minyak sejak serangan dimulai. Korelasi terbalik antara dua pasar ini mencapai 96% sejak 4 Maret. Indeks acuan AS turun sekitar 5% akibat guncangan ini, sesuai dengan penurunan 5-6% pada peristiwa geopolitik besar terkait minyak sebelumnya.

Di balik permukaan, posisi investor memburuk dengan cepat. Posisi ekuitas keseluruhan turun di bawah netral, dengan investor discretionary sekarang di level terendah empat bulan. Sentimen investor yang diukur oleh spread bull-bear AAII turun ke level terendah empat bulan, dengan respons bearish mencapai persentil ke-92.

Pasar kredit juga tunjukkan tekanan. Dana obligasi high-yield catat arus keluar terbesar dalam 11 bulan, sementara dana sektor keuangan alami arus keluar rekor. Dana obligasi pemerintah menarik arus masuk baru karena investor cari keamanan.

MEMBACA  Saham Ini Akan Lebih Bernilai Dibandingkan Palantir dalam 3 Tahun ke Depan

Deutsche Bank pertahankan target akhir tahun untuk S&P 500 di 8.000, dengan perkiraan laba per saham tahun 2026 sebesar $320.

Tinggalkan komentar