Pemerintah RI Percepat Penanganan Kemacetan Gilimanuk, Tambah Armada Kapal

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan meningkatkan upaya untuk mengurangi kemacetan di rute menuju Pelabuhan Gilimanuk di Bali seiring memuncaknya arus mudik Lebaran.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa upaya ini melibatkan koordinasi lapangan yang erat antara Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, operator kapal feri, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.

Antrean kendaraan panjang telah terbentuk di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk sejak Minggu (15 Maret), dikabarkan mencapai puluhan kilometer, saat para pelancong meninggalkan Bali menuju kampung halaman mereka menyambut hari raya Idul Fitri.

“Kami terus berupaya memastikan semua layanan transportasi berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” kata Purwagandhi pada Senin.

Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk masih padat pada Senin, didominasi sepeda motor dan mobil pribadi yang hendak menyeberang Selat Bali menuju Jawa.

Pihak berwajib menyatakan sejumlah langkah pengaturan lalu lintas sedang diterapkan untuk meredakan penumpukan kendaraan.

Untuk mempercepat pergerakan kendaraan dan lalu lintas feri, jumlah kapal yang beroperasi telah ditingkatkan menjadi 35 unit, terdiri dari 28 feri yang ada dan tujuh kapal tambahan. Setiap kapal dijadwalkan melakukan hingga delapan kali pelayaran.

Dari total armada tersebut, 19 kapal beroperasi di dermaga Moveable Bridge (MB), sementara 11 kapal melayani dermaga Landing Craft Machine (LCM). Empat kapal tambahan juga dikerahkan untuk menambah kapasitas penyeberangan.

Kementerian juga menerapkan sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) untuk memperpendek waktu tunggu kapal, disertai prosedur bongkar muat yang lebih cepat yang bertujuan memperlancar pergerakan kendaraan kecil.

“Manajemen lalu lintas kendaraan juga diperkuat dengan pengoperasian zona penyangga di terminal kargo Pelabuhan Gilimanuk dan pengoptimalan Unit Pengawasan Pengendalian Kawasan Pelabuhan (UPPKB) Cekik sebagai pos pemeriksaan sebelum kendaraan memasuki area pelabuhan,” tambah Purwagandhi.

MEMBACA  Kapal Milik Turki Rusak dalam Serangan Rusia di Pelabuhan Ukraina

Sementara itu, pemantauan cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 11.55 WITA menunjukkan kondisi di Selat Bali masih mendukung untuk operasi feri.

Pihak berwajib melaporkan langit berawan dengan gelombang sekitar 1 meter, jarak pandang hingga 10 kilometer, dan arus laut menuju utara bergerak sekitar 2,5 knot.

Berita terkait: Polisi Bali atasi antrean panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk jelang Lebaran

Berita terkait: Penyeberangan Ketapang normal meski penutupan rute Gumitir: Kemenhub

Penerjemah: Muhammad Harianto, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://ojs.oasis.unc.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=nTv2heWj

Tinggalkan komentar