Jurnal akademik populer kini tegas menolak naskah buatan AI

Kita masih berada di tahap awal revolusi kecerdasan buatan (AI), tapi sudah banyak bukti bahwa dampaknya nggak sepenuhny menjadi berkah. Generative AI memang sudah membuat proses menulis jadi jauh lebih cepat—meski blom tentu lebih baik—dan akibatnya terjadi lonjakan besar dalam jumlah submissi novel, artikel koran, bahkan jurnal akademik. Bahkan ada satu publikasi yang memperingatkan tentang datangnya “banjir sampah akademik”.

Namun, saat ini para penerbit jurnal mulai melawan. ArXiv—salah satu repositori akses terbuka terbesar untuk pracetak riset akademik—tengah memberlakukan larangan selama satu tahun bagi penulis yang mengirimkan karya “yang jelas-jelas dihasilkan AI,” melansir laporan 404media. Lebih jauh lagi, menurut Thomas Dietterich, ketua divisi ilmu komputer publikasi itu, jika penulis yang melanggar ingin kembali ke jalur yang benar di ArXiv, mereka harus lebih dulu menjalani proses “review oleh mitra sejawat yang terpercaya” di venue yang resmi baru-baru ini.

Dia pun naik ke X bukan hanya untuk menjelaskan aturan baru itu, tetapi juga menekankan tanggung jawab penulis untuk menggunakan LLM secara etis: “Jika alat generative AI menghasilkan konten nggak pantas, plagiarisme, bias, kesalahan faktual, referensi keliru atau menyesatkan—dan itu dimasukan ke dalam karya ilmiah—maka itu kepenuhnya tanggung jawab penulisnya. Kami sudah memperjelas sanksinya. Jika sebuah submission berisi bukti tak terbantahkan bahwa penulisnya tidak mengecek hasil kluaran LLM, itu tanpanya kami nggak bisa merasa isi karya itu bisa dipercaya.”

Referensi yang salah, menyesatan atau plagiat, serta sitasi hasil karangan AI, bukanlah satu-satunyam asalah. Di November 2025, ArXiv teraksa menutup total seksi review mereka di bidang komputer lantaran membludaknya volume kiriman hasil AI—yang sebagian besar tidak memberikan kontribusi riset baru, pernyataan pers resmi ArXiv menyebutkan.

MEMBACA  Wordle Hari Ini: Jawaban dan Petunjuk untuk 13 Mei 2026

Salah satu konsekuensi ironis namun logis dari efisiensi ekstrim berspal AI adalah dengan tiimbulnya kemacetan di proses evaluasi/penelaahn. Jika kurang lebih ada sekitar 100 karya ilmiahn yang disubmit seorang utuk samelan review dalam kabulan berjalan, ataskani relatif utk nernya mutine karya terbjik bisa sepoka tidank, mmerla edec eprd s aksi-sium rijuauk setiap melambad? Ak
ma f lebih—”Menin~akan kekuatan > edas mda untaj ecaki dibesa jan “sara dijaksa oraf keslengan delT Eadant Ued…

Tinggalkan komentar