Denpasar (ANTARA) – Gubernur Bali Wayan Koster pada Senin (17/3) menyalurkan bantuan senilai Rp1,263 miliar (sekitar US$74.000) untuk korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Buleleng pada 6 Maret lalu. Bantuan tersebut diberikan kepada 50 warga terdampak.
Dalam pernyataan yang dirilis di Denpasar, Gubernur menyebutkan Rp435 juta dari dana tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi 31 rumah yang rusak di Desa Banjar. Dari jumlah itu, delapan rumah mengalami kerusakan berat, 20 rumah rusak sedang, dan tiga rumah rusak ringan.
Untuk pemulihan ekonomi warga, Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan Rp15 juta untuk perbaikan fasilitas dan peralatan usaha, termasuk kandang kambing dan ayam.
“Kami juga mengalokasikan bantuan sekitar Rp726 juta untuk pemulihan pelayanan publik dasar dengan memperbaiki instalasi air bersih di 12 titik di sejumlah desa,” ujarnya. Selain itu, kata dia, Rp42 juta telah disalurkan untuk membantu pemulihan tempat ibadah.
Gubernur juga menyampaikan, pemerintah provinsi telah menyiapkan santunan sebesar Rp15 juta untuk setiap keluarga dari tiga korban yang meninggal dalam bencana tersebut.
Dalam kunjungannya ke Desa Banjar, Koster juga meninjau dampak banjir di sebuah Sekolah Dasar (SD) negeri, di mana ketinggian air hampir mencapai plafon.
Setelah berdiskusi dengan guru dan siswa, ia menjamin bahwa Pemprov Bali akan segera bertindak untuk mendukung pemulihan sekolah, termasuk menyediakan peralatan dan perlengkapan belajar yang dibutuhkan untuk kegiatan pendidikan.
Oleh karena itu, ia meminta Kepala Desa Banjar dan Kepala Sekolah untuk membuat daftar kebutuhan sekolah agar pemerintah dapat segera memberikan bantuan.
Sebagai langkah jangka panjang, gubernur mengusulkan untuk membongkar bangunan sekolah yang rusak akibat banjir dan membangunnya kembali menjadi struktur bertingkat untuk mengantisipasi kemungkinan banjir dari sungai di dekatnya.
“Bupati Buleleng yang akan menangani perencanaan teknisnya. Pemerintah provinsi akan menyediakan pendanaannya jika diperlukan,” katanya.
Ia juga menyerukan upaya normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.
Berita terkait: Badan Penanggulangan Bencana Bali minta kewaspadaan saat banjir picu sirene
Penerjemah: Ni Putu Putri, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026