Aksi Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Polisi Ungkap Empat Pelaku Naik Dua Sepeda Motor

Senin, 16 Maret 2026 – 14:23 WIB

Jakarta, VIVA – Polda Metro Jaya menemukan fakta baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.


Foto Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Viral, Polisi Sebut Rekayasa AI

Polisi menduga aksi ini dilakukan oleh empat orang pelaku yang telah membuntuti korban sebelum serangan terjadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin, mengatakan para pelaku memakai dua sepeda motor saat beraksi. Mereka bahkan sempat menunggu korban sebelum mengikuti pergerakannya.


Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Bentuk Perlawanan ke Pemerintahan Prabowo

“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan para pelaku telah bergerak sejak dari wilayah Jakarta Selatan sebelum akhirnya berkumpul di kawasan Jalan Merdeka Timur, dekat Stasiun Gambir.


Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Polisi Ungkap Kondisi Terbaru Korban

Setelah itu, mereka melintasi beberapa ruas jalan di pusat Jakarta, di antaranya Jalan Ir H Juanda, Jalan Medan Merdeka Barat, hingga kawasan Tugu Tani sebelum menuju Cikini.

Polisi menduga pelaku mulai mengikuti korban setelah Andrie Yunus menyelesaikan kegiatannya di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Saat itu korban sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar di SPBU Cikini sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Sekitar pukul 23.32 sampai 23.35 WIB, para pelaku terlihat berada di area SPBU itu dan menunggu momen untuk melakukan aksinya.

MEMBACA  Terungkap! Pelaku Mengirim Ancaman Kepala Babi dan Mayat Tikus ke Kantor Tempo, Ternyata Driver Ojek Online

Serangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

“Di sana tempat kejadian perkara terjadi dan kami dapat rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas sehingga ini sangat membantu proses penyelidikan dan penyidikan,” katanya.

Untuk mengungkap kasus ini, polisi membentuk tim gabungan yang melibatkan penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya hingga Badan Reserse Kriminal Polri.

Dalam proses penyelidikan, tim telah mengumpulkan dan menganalisis puluhan rekaman kamera pengawas dari berbagai titik di Jakarta.

“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa terdapat 2.610 rekaman video dengan total durasi sekitar 10.320 menit,” ujar dia.

Halaman Selanjutnya

Rekaman tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari kamera tilang elektronik (ETLE), CCTV milik pemerintah daerah, hingga kamera pengawas milik warga dan perkantoran di sepanjang jalur yang diduga dilalui para pelaku.

Tinggalkan komentar