Pemerintah Perlu Mengantisipasi Dampak Domino Konflik Timur Tengah terhadap Perekonomian

loading…

Efek domino dari perang Iran melawan AS-Israel, terutama kemungkinan naiknya harga BBM. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Konflik yang meningkat di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran tidak hanya berpengaruh pada geopolitik dunia, tetapi juga berpotensi menciptakan tekanan politik dan ekonomi yang besar di dalam negeri. Menurut pengamat, efek domino dari perang ini, khususnya kemungkinan kenaikan harga bahan bakar, bisa mengganggu stabilitas dan mengurangi kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“BoP yang dibuat Trump bertujuan untuk misi perdamaian, tetapi sejauh ini apakah Trump benar-benar memperjuangkan perdamaian? Ada kontradiksi ketika Trump (AS) malah memulai konflik dengan Iran. Bagaimana sebuah forum yang membawa cerita ‘perdamaian’ bisa tetap relevan kalau salah satu pemain utamanya justru terlibat dalam konflik baru? Pertanyaan ini membuat masyarakat Indonesia semakin skeptis dengan langkah Prabowo membawa Indonesia ke dalam BoP itu,” jelas peneliti dari lembaga Constra Indonesia, Revan Fauzano, dikutip pada Minggu (15/3/2026).

Baca Juga: Harga BBM Pertalite Tak Naik sampai Lebaran, Selanjutnya Tunggu Evaluasi

Menurut Revan, bagi Indonesia, konflik yang meningkat ini bukan cuma berita dari luar negeri. Perang ini sekarang berubah menjadi dilema politik yang nyata: antara suara publik yang mengutuk serangan militer dan kepentingan strategis pemerintah yang harus menjaga hubungan dengan kekuatan global. Dia berpendapat situasi geopolitik saat ini punya kerumitan yang berdampak langsung pada kondisi sosiopolitik dalam negeri.

“Di jalanan dan di ruang digital Indonesia, perasaan tentang konflik ini hampir sama. Banyak kelompok masyarakat sipil, organisasi agama, sampai mahasiswa menyatakan kecaman terhadap operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, konflik di Timur Tengah sering dilihat bukan cuma sebagai konflik geopolitik, tetapi juga sebagai masalah solidaritas moral dan kemanusiaan,” kata Revan.

MEMBACA  Mengawasi Keuangan Perusahaan dengan Mudah Melalui QLola oleh BRI

Tinggalkan komentar