Seandainya kamu membutuhkan materi baru untuk mimpi burukmu, inilah laporan kasus nyata dari seorang wanita di Yunani yang secara harfiah bersin hingga mengeluarkan belatung.
Para dokter mendokumentasikan bersin yang merindingkan itu bulan ini dalam jurnal Emerging Infectious Diseases. Rongga hidung dan sinus wanita berusia 58 tahun itu diinfestasi oleh larva lalat bot domba yang tertangkap di luar ruangan. Meski temuan tersebut mengerikan, para dokter berhasil mengevakuasi semua ‘tamu tak diundang’ itu tanpa komplikasi.
“Ia diobati dengan dekongestan hidung dan pulih sepenuhnya,” tulis mereka.
“Cacing” Hidung
Menurut laporan tersebut, wanita itu sebelumnya bekerja di luar rumah dekat lapangan domba pada suatu hari yang panas di bulan September tahun lalu, ketika ia menyadari lalat-lalat berkerumun di sekitarnya.
Ini adalah kasus pertama kali pupa O. ovis ditemukan di dalam manusia—sesuatu yang dianggap “secara biologis tak masuk akal.”
Kira-kira seminggu kemudian, ia mulai merasakan nyeri yang memburuk di sekitar tulang rahangnya. Dalam dua hingga tiga pekan berikutnya, ia juga mengalami batuk-batuk hebat namun tanpa gejala lain. Hingga akhirnya suatu hari, ia bersin dan—menurut kata-katanya sendiri—“cacing” mulai keluar dari hidungnya. Ia segera mencari pertolongan medis, dan diperiksa oleh spesialis THT. Yang disebut cacing itu ternyata adalah belatung, atau larva lalat, dan dokter mengeluarkan 10 larva yang masih menggeliat dalam berbagai tahap perkembangan beserta satu pupa dari sinus maksilary-nya.
Setelah pemeriksaan lebih teliti, belatung tersebut diidentifikasi sebagai larva *Oestrus ovis*, alias lalat bot domba.
“Secara Biologis Tak Masuk Akal”
Seperti namanya, lalat ini biasanya merupakan masalah bagi domba.
Lalat tersebut meletakkan larva tahap pertama di dalam lubang hidung domba, yang kemudian bermigrasi ke sinus terdekat dan tumbuh ke tahap kehidupan ketiga. Pada titik itu, belatung biasanya kembali ke lubang hidung untuk dikeluarkan lewat bersin, lalu mereka akan menggali ke dalam tanah dan berubah menjadi pupa, tahap kehidupan kepompong yang juga dialami serangga lain seperti kupu-kupu. Akhirnya, mereka keluar sebagai lalat dewasa, siap memulai siklus baru.
Infestasi lalat bot domba pada manusia memang diketahui jarang terjadi, namun kasus ini barangkali yang paling aneh yang pernah didokumentasikan, dan bukan hanya karena bersin mengeluarkan belatung.
Pertama-tama, manusia adalah inang akhir yang tidak disengaja bagi lalat ini. Dalam kebanyakan kasus tercatat, larva tidak matang melewati tahap pertama kehidupan di dalam manusia sebelum mati atau ditemukan. Belakangan, ada beberapa laporan tentang larva yang menginfestasi manusia ditemukan dalam tahap kehidupan ketiga, biasanya pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Tapi ini adalah kasus perdana pupa O. ovis yang ditemukan di dalam manusia—sesuatu yang dianggap “secara biologis tak masuk akal” untuk terjadi pada inang mamalia apa pun, menurut penulis laporan kasus.
Normalnya, sinus kita tidak memenuhi suhu, kelembapan, atau kondisi lain yang tepat untuk memicu larva O. ovis mulai berubah menjadi pupa. Para penulis mencatat bahwa wanita ini memang memiliki septum yang menyimpang secara berat. Jadi, struktur hidung wanita yang tidak biasa itu, ditambah dengan infestasi yang luar biasa berat dan faktor-faktor lain yang tidak diketahui, mungkin telah menciptakan kondisi sempurna untuk peristiwa langka ini terjadi.
Di sisi lain—yang jauh lebih menakutkan—para dokter juga berspekulasi bahwa “kasus ini mungkin mewakili indikasi awal adaptasi evolusioner, yang memungkinkan parasit O. ovis menyelesaikan siklus hidupnya pada manusia.” Sungguh menyenangkan.
Dalam skenario apa pun, kata para dokter, lebih banyak kasus dan data diperlukan untuk memahami bagaimana infestasi semacam ini bisa terjadi, dan mereka menyarankan para klinisi lain di area endemik untuk menyadari kemungkinan infeksi ini.
Secara pribadi, saya sangat berharap ini bukan skenario di mana lalat bot domba berevolusi untuk menjadikan kita inang umum bagi belatung-belatung usil mereka.