Ramadhan, Bulan Kebajikan untuk Saling Memaafkan

Jumat, 13 Maret 2026 – 04:00 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi permintaan maaf yang disampaikan peneliti Rismon Sianipar kepada Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, terkait penelitiannya dalam buku berjudul Jokowi’s White Paper.

Gibran, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis malam, menyatakan Ramadhan adalah bulan yang baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan.

"Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," ujar Gibran.

Wapres Gibran juga mengapresiasi pernyataan dan sikap Rismon yang telah memberikan klarifikasi serta kesediaannya untuk meninjau ulang pernyataannya yang sebelumnya disampaikan ke publik. Langkah itu dinilai menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Sebelumnya, Rismon Sianipar mendatangi kediaman Presiden Joko Widodo di Solo untuk meminta maaf soal penelitiannya dalam buku Jokowi’s White Paper.

“Seperti yang saya klarifikasi satu dua hari ini, dalam dua bulan terakhir saya melanjutkan penelitian. Kalau disebut mengkaji ulang, saya mempelajari kembali semua metodologi yang saya tulis secara independen. Saya garis bawahi, secara independen metodologi itu saya tulis sekitar 480 halaman dari total lebih 700 halaman di buku Jokowi’s White Paper,” katanya usai mengunjungi kediaman Jokowi.

Dalam penelitian lanjutan itu, ia mengaku menemukan beberapa hal baru yang dipertanggungjawabkannya secara ilmiah dan akademik. Salah satu temuan adalah mengenai keaslian ijazah Jokowi. Menurutnya, objek kajian ulang termasuk emboss, watermark, dan tidak adanya hologram pada ijazah tersebut.

Dari fitur-fitur itu, ia kini meyakini tidak ada kejanggalan terhadap keaslian ijazah Jokowi.

“Saya juga merasa tersakiti oleh temuan saya sendiri karena saya harus jujur mengakui bahwa temuan saya akan dicerca, dihina, dan dilabeli pengkhianat. Tapi penelitian tetaplah penelitian. Yang bisa menguji penelitian adalah hasilnya, baik oleh saya atau orang lain. Ya sudah, saya sampaikan itu kepada penyidik sekitar seminggu lalu,” kata tersangka kasus pencemaran nama baik terkait ijazah tersebut.

MEMBACA  Israel Menarik Pasukan dari Selatan Gaza saat Perang Memasuki 6 Bulan

Halaman Selanjutnya

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi dan publik mengenai temuan barunya tentang ijazah. Permintaan maaf ini sebagai bentuk tanggung jawab setelah penelitian ulangnya menemukan perubahan.

Tinggalkan komentar