GameStop menjual deck kartu Pokémon dengan harga yang sangat tinggi, bisa sampai tiga atau empat kali lipat dari harga resmi di Pokémon Center. Menurut laporan dari Engadget, harga satu paket Ascended Heroes Booster Bundle di GameStop mencapai 90 dolar, padahal di Pokémon Center hanya 27 dolar. Untuk barang yang lebih langka seperti koleksi 30th Anniversary Ultra-Premium Collection, harganya naik 400 persen, dari 120 dolar menjadi 600 dolar.
Situasi ini sebenarnya bagian dari tren yang lebih besar. Ada ketidaksesuaian antara harga asli barang dan nilainya di pasar barang bekas. Contoh lainnya termasuk sepatu kets yang populer, tiket konser, dan barang mewah seperti jam tangan Swiss atau tas tangan Chanel dan Hermès. Banyak pihak ingin mendapat untung dari selisih harga ini. Kalau selisihnya sudah lebih dari 200 persen, pihak ketiga seperti GameStop pasti ikut campur. Itu juga sebabnya sering terjadi keributan saat kartu Pokémon baru dirilis di Costco.
GameStop bisa saja beralasan bahwa mereka hanya mengikuti hukum pasar, yaitu menaikkan harga agar sesuai dengan nilai sebenarnya. Tapi, seperti yang dikatakan Sam Rutherford dari Engadget, harga tinggi ini membuat kartu Pokémon sulit dijangkau oleh konsumen utama mereka, yaitu anak-anak dan remaja yang hanya ingin bermain. Anak-anak ini bukan kolektor yang punya banyak uang.
Nintendo sebenarnya tahu masalah ini. Dalam rapat pemegang saham baru-baru ini, Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa berjanji akan melindungi penggemar dan mengatasi kenaikan harga yang tidak wajar. Tapi dia tidak menjelaskan langkah konkret yang akan diambil.
Kalau kita lihat lebih luas, tindakan GameStop ini mirip dengan tren lain. Awal tahun ini, Rockstar Games memutuskan untuk tidak menjual versi fisik Grand Theft Auto 6, hanya menjual kotak berisi kode digital. Ini mematikan pasar jual kembali untuk game itu. Sony juga sudah bilang akan berhenti mendukung drive cakram setelah Januari 2028.
Dari sudut pandang yang lebih luas, semua upaya untuk menguasai pasar barang bekas ini terasa merugikan konsumen. Bisa jadi akan ada reaksi negatif yang besar dari masyarakat.