John Solly, seorang insinyur perangkat lunak dan mantan anggota Department of Government Efficiency (DOGE), dilaporkan dituduh dalam pengaduan whistleblower karena mengatakan kepada rekan kerjanya bahwa ia menyimpan data sensitif Administrasi Jaminan Sosial (SSA) di dalam thumb drive dan berniat membagikan informasi tersebut ke perusahaan barunya, menurut sejumlah sumber yang berbicara kepada WIRED.
Berdasarkan salinan riwayat hidupnya, sejak Oktober, Solly bekerja sebagai Chief Technology Officer untuk divisi teknologi kesehatan di kontraktor pemerintah Leidos. Perusahaan ini telah menerima kontrak bernilai jutaan dolar dari SSA dan berpotensi mendapat hingga $1,5 miliar berdasarkan kesepakatan lima tahun yang ditandatangani tahun 2023. Situs pribadi dan LinkedIn Solly telah dinonaktifkan mulai pekan ini.
Menanggapi permintaan komentar melalui kuasa hukumnya, Solly menyangkal terlibat dalam kesalahan apapun. Juru bicara Leidos juga menyatakan perusahaan tidak menemukan bukti yang mendukung klaim whistleblower terhadap Solly.
Solly adalah satu dari 12 anggota tim DOGE yang bertugas di SSA. Pada situs pribadinya, disebutkan ia mendukung “insiyatif insinyur DOGE lainnya termasuk Digital SSN, pembersihan Death Master File,” dan “API verifikasi SSN (EDEN 2.0).” Death Master File adalah basis data SSA yang berisi jutaan catatan Jaminan Sosial untuk mendiang, yang dijaga untuk mencegah penyalahgunaan identitas. Sementara API memungkinkan berbagai program saling berkomunikasi dan mengakses data, yang dalam konteks ini bisa berarti akses ke data SSA oleh lembaga di luar SSA.
Tuduhan ini terungkap dalam pengaduan ke badan pengawas internal SSA yang pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post. Menurut laporan tersebut, pengaduan diajukan ke Kantor Inspektur Jenderal SSA awal tahun ini dan menuduh mantan pegawai DOGE itu mengatakan kepada rekan kerjanya bahwa ia mengambil salinan Sistem Identifikasi Numerik (NUMIDENT) SSA serta Death Master File. NUMIDENT adalah basis data induk SSA yang berisi semua informasi dalam aplikasi nomor Jaminan Sosial, termasuk nama lengkap, tanggal lahir, ras, dan informasi identitas pribadi lainnya.
Dalam pengaduan itu, seorang whistleblower menyatakan mantan pegawai DOGE tersebut meminta bantuan memindahkan set data dari thumb drive ke komputer pribadi untuk “dibersihkan” sebelum diunggah untuk digunakan di perusahaan swasta. Dia juga dikabarkan mengatakan berharap mendapat grasi presiden jika tindakannya ternyata melanggar hukum.
“Solly tidak membagikan, mengakses, atau melihat informasi identitas pribadi (PII) apapun dari SSA, termasuk Death Master File dan NUMIDENT. Tuduhan dari sumber anonim ini jelas keliru dan bersifat fitnah. Tn. Solly akan mengambil langkah yang tepat untuk memulihkan nama baik dan reputasinya yang cemerlang,” ujar Seth Waxman, kuasa hukum Solly. “Ia yakin pemeriksaan yang adil terhadap fakta dan keadaan seputar tuduhan palsu ini akan membebaskannya sepenuhnya.”
Leidos merupakan kontraktor utama SSA. Antara 2010 dan 2018, perusahaan ini mendapat kontrak TI SSA senilai jutaan dolar. Pada 2018, Leidos mendapatkan kontrak senilai hingga $639 juta untuk layanan dukungan TI dan pengajuan klaim disabilitas. Tahun 2023, perusahaan mengumumkan penghargaan kontrak TI dengan SSA yang diperkirakan bernilai $1,5 miliar. Namun, seiring masuknya DOGE ke pemerintah AS awal 2025, Leidos, seperti banyak kontraktor pemerintah lain, mengalami pemotongan sebagian kontraknya.