JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, yang juga merangkap jadi Ketua Satuan Tugas PRR pascabencana Sumatera, punya target. Dia ingin semua korban pengungsi bencana di Sumatera udah nggak tinggal di tenda saat Lebaran 2026 nanti.
Target ini disampaiin Tito waktu acara penyerahan ambulans untuk daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026). Pemerintah ngegas pentingnya percepatan penanganan supaya para penyintas cepet dapat hunian yang lebih layak.
Tito jelasin, tinggal di tenda terlalu lama itu bisa sebabkan masalah kesehatan dan psikologis, apalagi buat anak-anak. “Kami targetin sebelum Lebaran nggak ada lagi yang di tenda. Jangan kelamaan di tenda, kurang bagus buat kesehatan mental dan fisik,” kata dia.
Dia nambahin, tinggal di tenda berlarut-larut juga berisiko bikin penyakit kulit sampai penularan penyakit kayak campak pada anak. “Yang bahaya kalau anak-anak kena campak,” ujar Tito.
Jumlah pengungsi disebutin terus turun berkat penanganan yang dipercepat. Awalnya ada sekitar 12.000 orang, sekarang udah berkurang drastis. “Cepat banget berkurangnya, dari 12.000 tinggal sekitar 1.600-an,” jelasnya.
Pemerintah juga terus tingkatkan koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian PU dan BNPB, untuk percepat pembangunan hunian sementara.