CEO Apple Tim Cook Ungkap Nasihat Tak Biasa Steve Jobs Sebelum Wafat: “Jangan Pernah Tanya Apa yang Akan Kulakukan”

Banyak perusahaan erat terikat dengan pendiri ikonik mereka. Contohnya, Mark Zuckerberg adalah wajah dari Meta, dan Warren Buffett memimpin Berkshire Hathaway selama puluhan tahun.
Tapi saat Tim Cook mengambil alih Apple, Steve Jobs berpesan padanya untuk menjalani jalannya sendiri di perusahaan teknologi raksasa itu.

"Nasihatnya padaku adalah ‘Jangan pernah tanya apa yang akan aku lakukan, lakukan saja yang benar’," kata Cook dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Pelajaran ini didapat Jobs saat bekerja dengan Disney. Jobs adalah salah satu pendiri Pixar. Disney kemudian membeli Pixar, dan Jobs memperhatikan suatu pola.

"Dia melihat Disney mengalami kelumpuhan karena terus membahas apa yang akan dilakukan Walt Disney," jelas Cook. "Dan dia tidak ingin itu terjadi pada Apple."

CEO Apple itu menjelaskan, saat itu perusahaan belum pernah punya transisi profesional di level pimpinan. Pergantian sebelumnya selalu terjadi dalam situasi panik. Tapi Jobs ingin melakukan dengan cara berbeda. Dia menawari Cook posisi CEO di rumahnya, tanpa tekanan untuk meniru gaya kepemimpinannya.

"Aku takkan lupa itu. Itu hadiah bagiku, karena dia melepas beban pertanyaan ‘Apa yang akan Steve lakukan?’ dari pundakku," lanjut Cook. "Aku hanya fokus dan berpikir, ‘Aku akan jadi versi terbaik dari diriku sendiri.’"

Cook bawa gaya sendiri, tapi pegang prinsip inti

Cook pertama kali bergabung dengan Apple pada 1998, setahun setelah Jobs kembali sebagai CEO sementara. Cook kemudian naik jabatan hingga jadi COO pada 2005.

Selama hampir tiga dekade di perusahaan, termasuk bekerja di bawah Jobs hingga wafatnya pada 2011, Cook belajar prinsip-prinsip penting yang jadi ‘DNA’ Apple. Meski disarankan Jobs untuk jadi diri sendiri, Cook juga mewarisi dasar-dasar yang akan selalu menjadi inti Apple.

MEMBACA  Darurat Militer: Setahun Pasca Diterapkan di Korea Selatan, di Mana Lagi yang Berlakukannya?

"[Jobs] punya visi bahwa kolaborasi akan menghasilkan sesuatu hebat. Bahwa satu ditambah satu sama dengan tiga, bukan dua. Jika kamu berbagi ide dan mendebatnya, ide itu akan jadi lebih besar dan lebih baik," jelas Cook.
"Jika kamu peduli sampai menelepon seseorang jam 10 malam karena baru dapat ide, hal-hal luar biasa bisa lahir dari sana."

Strategi untuk "berdebat tentang segalanya" dalam rapat Apple, yang melahirkan ide lebih besar, berakar dari awal perusahaan. Cook bicara tentang kekuatan yang dia kembangkan, terutama di aksesibilitas, privasi, dan pendidikan. Tapi dia tetap mempertahankan budaya kolaborasi yang dipopulerkan Jobs.

"[Jobs] punya prinsip fokus: kamu bilang ‘tidak’ pada seribu hal untuk bilang ‘ya’ pada satu hal yang benar-benar penting," kata Cook. "Dan saat kamu melakukan sesuatu, lakukan dengan tingkat keunggulan di mana ‘cukup baik’ tidaklah cukup: itu harus luar biasa hebat."

Nasihat Jobs untuk pemimpin bisnis lain

Sepanjang kariernya, Jobs memberi nasihat pada banyak orang, dari lulusan universitas hingga pemimpin perusahaan miliaran dolar.

Marc Benioff, CEO Salesforce, mengatakan Jobs membantunya mengatasi ‘kebuntuan wirausaha’. Jobs menyuruhnya melakukan tiga hal: besarkan bisnismu 10 kali lipat dalam dua tahun, dapatkan pelanggan besar untuk produk otomasi Salesforce, dan bangun ekonomi aplikasi.

Benioff yakin Jobs ingin dia membuat toko aplikasi, jadi dia ciptakan AppExchange. Nasihat itu "sangat mempengaruhiku dalam karier dan hidupku," kata Benioff.

Mantan CEO Starbucks Howard Schultz juga dapat nasihat tegas dari Jobs yang membawanya ke kesuksesan. Tahun 2008, rantai kopi itu sedang krisis. Setelah curhat pada Jobs, Schultz disarankan untuk memecat seluruh tim kepemimpinannya, dengan alasan mereka akan pergi dalam sembilan bulan. Awalnya Schultz menganggap ide itu konyol, tapi ternyata Jobs benar: semua anggota tim keluar, kecuali satu.

MEMBACA  Purbaya Menolak Wacana Tax Amnesty: Jangan Sampai Terkecoh Lagi

Jobs juga beri nasihat penting untuk pencari kerja muda yang ingin sukses: lakukan pekerjaan yang kamu cintai. Pelajaran ini membuat pelopor teknologi itu terus maju meski sempat diusir dari perusahaannya sendiri.

"Pekerjaan akan mengisi sebagian besar hidupmu, dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah melakukan pekerjaan yang kamu yakini hebat. Dan satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah mencintai apa yang kamu lakukan," kata Jobs dalam pidato wisuda di Universitas Stanford tahun 2005.
"Jika kamu belum menemukannya, teruslah mencari—dan jangan mengalah. Seperti semua hal yang datang dari hati, kamu akan tahu saat menemukannya." Halo, saya John. Saya dari Kanada, tapi tinggal di Bandung sekarang. Saya sudah disini untuk 6 bulan dan saya benar suka kota ini.

Saya kerja sebagai guru bahasa Inggris di sebuah sekolah internasional. Murid-murid saya sangat ramah dan pandai. Diluar pekerjaan, saya suka menjelajah tempat-tempat baru dan mencoba makanan khas Indonesia. Makanan favorit saya adalah sate dan nasi goreng.

Kadang-kadang saya merasa rindu keluarga di Kanada, tapi banyak teman-teman baik disini. Saya juga sedang belajar bahasa Indonesia. Bahasa saya belum lancar, tapi saya selalu berusaha memperbaiki.

Terima kasih sudah baca perkenalan saya!

Tinggalkan komentar