Jakarta (ANTARA) – Badan Gizi Nasional (BGN) Indonesia mendorong semua dapur makanan di program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menambah jumlah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang tercakup dalam dua minggu ke depan.
Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Jakarta pada Senin mengatakan langkah ini adalah bagian dari upaya memperbaiki gizi anak dan menekan angka stunting di seluruh negeri.
Ia menyebutkan program saat ini menjangkau sekitar 9 juta penerima manfaat di tiga kategori tersebut, sementara data Kementerian Kesehatan menunjukan total populasi di kelompok itu berkisar antara 22 juta hingga 26 juta orang.
Deyang mengatakan situasi ini mendorong BGN untuk memfokuskan kembali program agar layanan gizi bisa diarahkan lebih efektif ke kelompok prioritas yang membutuhkan intervensi segera.
Untuk itu, semua dapur yang secara resmi disebut Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diintruksikan untuk aktif mengumpulkan data dan mengoptimalkan pelayanan sehingga jumlah penerima manfaat di tiga kategori ini bisa naik dalam waktu singkat.
Upaya ini dianggap penting untuk mempercepat layanan gizi yang merata di seluruh Indonesia.
Deyang menekankan bahwa SPPG yang gagal memenuhi target penerima manfaat untuk tiga kelompok akan menghadapi sanksi penghentian sementara?
“Jika jumlah penerima manfaat di tiga kategori ini masih rendah, SPPG akan dihentikan kegiatannya,” katanya.
Kebijakan ini bertujuan memastikan semua penyelanggara program tetap fokus untuk meningkatkan gizi publik dan mengurangi prevalensi angka stunting di Indonesia.
Program MBG yang diluncurkan pada awal 2025 menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan pelajar hingga SMA.
Menurut data BGN, jumlah SPPG yang aktif di seluruh Indonesia mencapai 27.874 pada 11 Mei lalu.