Dolar Melemah Usai Komentar Trump

Indeks dolar (DXY00) pada Senin pagi sempat naik, tapi kemudian turun lagi di siang hari. Ini terjadi setelah Presiden Trump bilang ke CBS News dalam wawancara telepon bahwa perang dengan Iran sudah hampir selesai dan operasi militernya jauh lebih cepat dari rencana 4-5 minggu.

Awalnya dolar dapat dukungan dari harga minyak yang melonjak di atas $100 per barel. Harga minyak tinggi itu bagus untuk dolar karena AS adalah produsen minyak terbesar di dunia. Tapi, harga minyak kemudian turun setelah menteri keuangan G-7 janji akan keluarkan cadangan minyak strategis jika perlu dan setelah komentar Trump tadi.

Dolar juga masih tertekan oleh berita ekonomi AS yang buruk hari Jumat lalu, yaitu penurunan payrolls Februari sebanyak 92.000 dan penurunan penjualan ritel Januari sebesar 0.2%.

Pasar swaps memperkirakan hanya 4% kemungkinan The Fed akan turunkan suku bunga sebesar 25 bp dalam rapat kebijakan 17-18 Maret mendatang.

Prospek perbedaan suku bunga juga masih tekan dolar. FOMC diperkirakan akan turunkan suku bunga minimal 25 bp di tahun 2026, sementara BOJ dan ECB diperkirakan akan naikkan suku bunga.

EUR/USD (^EURUSD) pada Senin naik 0.17% seiring melemahnya dolar. Euro juga pulih karena harga minyak turun dari kenaikan awal. Ekonomi Zona Euro sangat tergantung pada impor minyak dan gas alam.

Swaps memperkirakan hanya 1% kemungkinan ECB akan naikkan suku bunga 25 bp dalam rapat 19 Maret.

USD/JPY (^USDJPY) hampir tidak berubah di akhir perdagangan Senin. Yen sempat tertekan awal hari karena lonjakan harga minyak, mengingat ekonomi Jepang sangat tergantung pada impor energi.

Pasar memperkirakan ada 5% kemungkinan BOJ akan naikkan suku bunga dalam rapat 19 Maret.

MEMBACA  Brasil Berjanji Memberlakukan Tarif yang Setara Setelah Trump Ancam Kenakan Pajak 50%

Emas COMEX April (GCJ26) tutup turun 55.0 (1.07%), sedangkan perak COMEX Mei (SIK26) tutup naik 0.212 (0.25%).

Harga emas turun pada Senin karena dolar awalnya kuat dan permintaan safe-haven berkurang setelah komentar Trump tentang perang yang mungkin segera berakhir.

Tapi, logam mulia masih dapat dukungan dari permintaan safe-haven karena kekhawatiran perang AS dan Israel dengan Iran akan berlarut-larut. Majelis Pakar Iran akhir pekan lalu menunjuk Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi baru. Presiden Trump mengatakan dia “tidak senang” dengan pilihan itu.

Permintaan bank sentral yang kuat untuk emas juga mendukung harga. Baru-baru ini dilaporkan cadangan emas di PBOC China naik 40.000 ons menjadi 74.19 juta ons troy di Januari, ini bulan kelima belas berturut-turut PBOC tambah cadangan emas.

Permintaan dana untuk logam mulia tetap kuat. Kepemilikan panjang di ETF emas mencapai level tertinggi dalam 3.5 tahun pada 27 Februari. Kepemilikan panjang di ETF perak juga pernah capai level tertinggi 3.5 tahun pada 23 Desember, meski kemudian turun ke level terendah 3.5 bulan pada 23 Februari.

Pada tanggal publikasi, Rich Asplund tidak memiliki posisi (baik langsung maupun tidak langsung) di sekuritas manapun yang disebut dalam artikel ini. Semua informasi dan data dalam artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Artikel ini pertama kali diterbitkan di Barchart.com

Tinggalkan komentar