Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap stabil hingga Lebaran Idulfitri di pertengahan Maret, meskipun harga minyak mentah dunia telah melonjak di atas US$100 per barel.
Menurutnya, ia telah mendiskusikan masalah subsidi ini dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Soal subsidi BBM, tidak akan ada kenaikan sampai Lebaran. Kami pastikan di tengah kenaikan harga minyak dunia, subsidi tetap sama," ujarnya sebelum menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada Selasa.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Purbaya menjelaskan bahwa anggaran untuk subsidi BBM, khususnya selama Ramadan dan Lebaran, tetap aman.
"Kami masih aman, masih kuat. Kenaikan ini baru terjadi beberapa hari sementara kami mensubsidi selama setahun penuh. Asumsi kami rata-rata tahunan adalah 70 (US$ per barel). Ini baru beberapa hari dan tidak mempengaruhi anggaran kami," tegasnya.
Lahadalia menyatakan bahwa hingga hari ini, harga minyak mentah dunia telah turun di bawah US$100 per barel, bergerak fluktuatif di kisaran US$80-90 per barel.
Begitu pula, Purbaya juga meyakini bahwa harga minyak mentah dunia akan terus berfluktuasi.
"Bisa naik, bisa turun dengan cepat. Jadi, kita lihat saja, kalau naik beberapa hari, beberapa minggu, baru kita bisa antisipasi kenaikan berlanjut. Menetapkan respons di APBN butuh kehati-hatian lebih dibanding bereaksi pada pergerakan pasar saham," jelas Purbaya.
Oleh karena itu, pemerintah akan memantau tren harga minyak mentah dunia selama satu periode sebelum menerapkan kebijakan untuk merespon perkembangan ini.
“Saya kira (mengamati harga selama sebulan) sudah cukup. Harganya kan berubah-ubah terus. Kemarin US$120 per barel, sekarang US$90. Bagaimana kalau nanti turun lagi? Harganya terus bergerak. Jadi nanti, kita akan coba prediksi tren yang sebenarnya,” tutup menteri tersebut.
Berita terkait: Pemerintah ambil pendekatan hati-hati hadapi kenaikan harga minyak dunia
Berita terkait: Pemri mungkin naikkan BBM subsidi jika harga minyak dunia melonjak
Berita terkait: RI perkuat pasar domestik di tengah ketegangan global
Penerjemah: Genta Tenri/Andi Firdaus, Resinta S
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026