Rekaman kamera di luar sarang serigala menangkap kejadian yang tak terduga: seekor rubah merah memangsa anak serigala dan kemungkinan membunuhnya dalam sebuah serangan oportunistik yang langka. Sebagai predator puncak, serigala dikenal memangsa rubah, namun sebaliknya belum pernah teramati sebelumnya.
Sebuah tim peneliti dari Universitas Sassari di Italia memasang lima kamera di luar sarang serigala untuk memantau perilaku reproduksi spesies tersebut, namun malah merekam perilaku aneh rubah yang membalikkan keadaan. Ini adalah insiden pertama semacam ini yang terekam kamera, namun para peneliti menyatakan mungkin lumrah bagi predator berukuran sedang untuk memangsa anak-anak dari pesaingnya yang lebih besar di alam liar. Insiden ini dirinci dalam sebuah studi baru yang terbit di *Current Zoology*.
Berpikir Layaknya Rubah
Para peneliti, termasuk Marco Apollonio dan Celeste Buelli dari Departemen Kedokteran Hewan, menempatkan lima kamera peka-gerak di Kawasan Kepresidenan Castelporziano, sebuah area terlindung di pinggiran Roma. Pada suatu malam di Mei 2025, seekor rubah merah terlihat mendekati sarang serigala tempat dua anak serigala bersembunyi di dalamnya.
Peringatan: Video yang ditampilkan di bawah ini tidak terlalu grafis, namun memperlihatkan insiden mengganggu yang mungkin tidak nyaman bagi sebagian pembaca.
Rekaman malam itu memperlihatkan rubah mengendus-endus sekitar sarang sebelum masuk ke dalam dan menarik seekor anak serigala ke luar. Anak serigala itu berhasil melepaskan diri dari cengkeraman rubah untuk pertama kalinya dan menyelinap kembali ke dalam sarang, namun rubah yang gigih masuk untuk kedua kalinya dan menangkap anak serigala itu kembali. Rintihan anak serigala kecil itu dapat terdengar dalam video saat rubah menyeretnya dari rumahnya.
Video beralih ke adegan berbeda, dan nasib serigala tersebut tidak terekam kamera. Para peneliti percaya rubah tersebut akhirnya membunuh serigala itu, karena anak serigala itu tidak pernah terlihat lagi dalam rekaman-rekaman berikutnya. Pada saat serangan terjadi, serigala dewasa sedang pergi berburu. Kawanan tersebut kemudian memindahkan sarangnya, kemungkinan karena sudah tidak aman lagi.
Perburuan Oportunistik
Studi tersebut mengindikasikan bahwa rubah menyerang sarang serigala sebagai sebuah *crime of opportunity*. Serigala adalah predator puncak yang sering memburu dan membunuh rubah di alam liar. Meski serigala biasanya tidak memakan rubah, mereka melakukannya untuk mengeliminasi predator lain di wilayah mereka. Rubah biasanya memangsa mamalia kecil seperti burung, tikus, dan kelinci.
Namun, rubah licik ini memilih untuk menyerang anak serigala sebagai bentuk pembunuhan oportunistik untuk menyingkirkan predator puncak, demikian para ilmuwan berargumen. “Pengamatan kami memperluas cakupan interaksi antagonistik yang mempengaruhi keturunan serigala yang diketahui, menunjukkan bahwa bahkan mesokarnivora dapat memberikan tekanan langsung pada performa reproduksi predator puncak ini,” tulis para peneliti dalam makalah mereka.
Mengingat ini adalah insiden pertama yang terekam kamera, para ilmuwan tidak yakin apakah ini perilaku umum bagi rubah. Hal ini menyoroti bahaya tersembunyi yang dapat mengancam anak serigala di alam liar serta sejauh mana predator yang lebih kecil akan berusaha untuk unggul dalam kompetisi.