Senin, 9 Maret 2026 – 21:43 WIB
Kesadaran tentang isu lingkungan semakin mempengaruhi gaya idup sehari-hari orang. Di banyak negara, makin banyak individu dan komunitas yang mencoba menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Mulai dari mengurangi pemakaian plastik, memilih produk yang lebih berkelanjutan, sampai mendukung penggunaan energi bersih, berbagai langkah itu sekarang jadi bagian dari tren gaya hidup modern. Scroll untuk informasi lebih lanjut…
Perubahan cara berpikir ini juga kelihatan dari meningkatnya perhatian terhadap sumber energi yang dipakai di berbagai aktivitas. Energi terbarukan, contohnya tenaga surya, makin dikenal dan mulai digunakan dalam berbagai skala, baik di rumah tangga maupun fasilitas yang lebih besar.
Bagi beberapa orang, penggunaan energi bersih tidak hanya tentang efisiensi, tapi juga jadi bagian dari usaha menjaga lingkungan untuk jangka panjang. Pemakaian panel surya atap menjadi salah satu teknologi yang makin sering dibicarakan dalam konteks gaya hidup berkelanjutan.
Teknologi ini memungkinkan penggunaan energi matahari untuk menghasilkan listrik dengan emisi lebih rendah dibanding sumber energi biasa. Sejalan dengan tren itu, instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap juga mulai diterapkan di berbagai fasilitas produksi.
Salah satu contohnya ada di fasilitas produksi di Kawasan Industri Maspion, Romokalisari, Surabaya, yang meresmikan pengoperasian sistem tenaga surya di areanya. Peresmian ini juga dihadiri perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur serta beberapa perwakilan dari pihak-pihak terkait.
Instalasi panel surya ini adalah bagian dari upaya memanfaatkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Proyek ini diwujudkan lewat kolaborasi dengan Suryanesia, perusahaan yang menyediakan solusi Solar-as-a-Service bagi pelaku industri di Indonesia.
Kehadiran teknologi ini diharapkan bisa mendukung pemakaian energi yang lebih efisien dan juga berkontribusi pada upaya keberlanjutan lingkungan. Fasilitas produksi tersebut sendiri sudah beroperasi lebih dari dua puluh tahun dalam memproduksi peralatan makan dan minum dari kaca.
Produk yang dihasilkan bahkan sudah dipasarkan ke lebih dari 50 negara dengan dukungan teknologi dan mesin kaca otomatis. Susanto, Assistant Plant Manager PT Ishizuka Maspion Indonesia, mengatakan, peresmian PLTS ini bukan cuma penambahan kapasitas listrik, tetapi juga menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memakai Energi Baru Terbarukan.
“Melalui teknologi PLTS, kami berharap dapat menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendukung target bauran energi nasional,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers, Senin, 9 Maret 2026.
Halaman Selanjutnya