Senin, 9 Maret 2026 – 17:54 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang siapkan strategi untuk meningkatkan ekonomi Ibu Kota jelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung punya ide program baru bernama “Mudik ke Jakarta”. Ini adalah kampanye yang mengajak masyarakat justru datang dan belanja di Jakarta saat liburan Lebaran nanti.
Program ini diumumkan Pramono saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Tahun 2026. Rapat itu diadakan di Hotel Park Hyatt Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada hari Senin tanggal 9 Maret 2026.
Menurut Pramono, biasanya masyarakat selalu pulang kampung saat Lebaran. Tapi kali ini, Pemprov DKI Jakarta mau coba konsep yang beda, yaitu menjadikan Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi selama libur Idulfitri.
“Yang pertama, dalam rangka menyambut Idulfitri dan lebaran, Jakarta punya program namanya ‘Mudik ke Jakarta’. Selama ini kalau mudik kan ke daerah, kami menggaungkan ‘Mudik ke Jakarta’,” kata Pramono.
Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta tetap akan sediakan fasilitas mudik gratis untuk warga yang mau pulang kampung. Tahun ini, program mudik gratis dari pemerintah daerah menargetkan puluhan ribu peserta.
“Kenapa Mudik ke Jakarta? Bagi Saudara-saudara sekalian yang mau mudik, Pemerintah DKI Jakarta tetap memberikan fasilitas untuk mudik, yaitu jumlahnya kurang lebih 26.500 pemudik yang akan digratiskan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pramono juga ingin dorong agar kegiatan belanja di Jakarta tetap ramai selama Lebaran. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta akan siapkan beberapa stimulus ekonomi, termasuk insentif pajak dan program diskon besar-besaran di berbagai mall dan pusat perbelanjaan.
“Tetapi, sekali lagi tetapi, kami, saya terutama, ingin kali ini mudiknya di Jakarta. Bagaimana caranya supaya mereka mau mudik ke Jakarta? Saya sudah sampaikan kepada jajaran Balai Kota, kita akan memberikan insentif pajak,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga akan adakan lomba diskon buat mall, hotel, sampai toko-toko di Jakarta. Tujuannya untuk menarik minat masyarakat agar berbelanja selama libur Lebaran.
“Kita akan melombakan semua pusat-pusat pertokoan untuk lomba diskon, termasuk pusat-pusat perbelanjaan dan perhotelan,” tuturnya.
Pramono bilang kalau kebijakan ini terinspirasi dari pengalaman Pemprov DKI Jakarta saat libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Saat itu, program diskon besar yang diadakan berhasil mencatat rekor transaksi belanja yang sangat tinggi.