Keberadaan Tak Tergoyahkan Bioskop XXI

Minggu, 8 Maret 2026 – 18:08 WIB

Jakarta, VIVA – Perusahaan jaringan bioskop terbesar di Indonesia, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI/CNMA), mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun sepanjang tahun lalu. Angka ini tumbuh 2,6 persen dibandingkan Rp5,7 triliun di tahun 2024.

Laba bersih setelah pajak pada 2025 tercatat sebesar Rp776,2 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp1,8 triliun. Di tengah dinamika ekonomi dan industri, Cinema XXI berhasil menjaga kinerja bisnis dan terus berkomitmen memberikan pengalaman menonton terbaik bagi para penikmat film di seluruh Indonesia.

"Kepercayaan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi penguat utama dalam menjaga kinerja perusahaan," ujar Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman.

Capaian kinerja di tahun lalu ditopang oleh pendapatan dari penjualan tiket sebesar Rp3,6 triliun, penjualan makanan dan minuman sebesar Rp2 triliun, serta pendapatan lainnya sebesar Rp298 miliar yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara.

Cinema XXI juga mencatatkan 85 juta penonton sepanjang 2025. Rata-rata harga tiket (Average Ticket Price/ATP) tumbuh 3 persen menjadi Rp46.057, yang didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium seperti The Premiere dan IMAX.

Cinema XXI terus memperkuat pengembangan segmen makanan dan minuman (F&B) sebagai bagian dari strategi peningkatan pengalaman pelanggan. Sepanjang 2025, tim internal berhasil mengembangkan total lebih dari 30 menu baru di XXI Café dan The Premiere Café dengan memperhatikan tren pasar.

Selain itu, perusahaan mengimplementasikan strategi bundling tiket dan F&B di aplikasi m.tix untuk mengoptimalkan penjualan, dengan tujuan meningkatkan nilai transaksi per pelanggan. Pada tahun lalu, rata-rata belanja F&B per penonton (spend per head) tercatat naik 5,9 persen menjadi Rp25.814.

Cinema XXI melanjutkan ekspansi dengan meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar di tahun lalu. Ekspansi ini mencakup kehadiran perdana Cinema XXI di sejumlah wilayah baru, seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro (Lampung).

MEMBACA  Rusia Sebut Tak Ada Pilihan Selain Perang Usai Pembalikan Sikap Trump soal Ukraina

Hingga 31 Desember 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia. Suryo menjelaskan bahwa perseroan memandang prospek industri hiburan, khususnya perfilman nasional, akan terus bertumbuh seiring meningkatnya kualitas dan keragaman konten.

"Ada lebih dari 20 film nasional maupun internasional yang masing-masing ditonton oleh lebih dari satu juta penonton di tahun lalu. Pencapaian ini dipertegas dengan keberhasilan dua judul film nasional yang melampaui 10 juta penonton sekaligus menciptakan dua rekor baru, yakni Jumbo dan Agak Laen: Menyala Pantiku!," tegas Suryo.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar