Minggu, 8 Maret 2026 – 00:44 WIB
Teheran, VIVA – Iran menyatakan siap menghadapi kemungkinan Amerika Serikat mengirim pasukan untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ali Mohammad Naini mengatakan, pihaknya menunggu kedatangan konvoi militer AS jika rencana itu jadi dilaksanakan.
“Iran sangat menyambut kemungkinan pasukan AS mengawal kapal tanker di Selat Hormuz. Kami tunggu kedatangan mereka,” kata Naini, seperti dilaporkan media penyiaran Iran.
Pernyataan ini muncul saat ketegangan di kawasan Teluk meningkat dan ada kekhawatiran tentang keamanan pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan rute penting pengiriman minyak global.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi isyarat tentang kemungkinan pengerahan angkatan laut untuk mengawal kapal komersial yang lewat Selat Hormuz dalam beberapa minggu ke depan, untuk mengurangi kekhawatiran soal pasokan minyak.
Pengiriman melalui selat itu dilaporkan terganggu setelah AS dan Israel melakukan serangan ke Iran.
Selat Hormuz adalah jalur utama ekspor minyak dan gas dari Teluk Persia, menyumbang sekitar 20 persen perdagangan global untuk minyak, produk petroleum, dan gas alam cair.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. (Ant)
Korban Serangan AS-Israel ke Iran Disebut 30 Persennya Anak-anak
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen korban yang tewas dalam serangan AS dan Israel terhadap Iran adalah anak-anak.
VIVA.co.id
7 Maret 2026