Polisi Bali Buru Warga Asing Terduga Pelaku Penculikan Warga Ukraina

Denpasar, Bali (ANTARA) – Kepolisian Daerah Bali menduga para penculik warga Ukraina Ihor Komarav (28) menggunakan banyak paspor untuk masuk ke pulau itu.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan enam tersangka, semuanya warga negara asing, tetapi pihak berwenang masih memastikan kewarganegaraan mereka karena penggunaan beberapa paspor untuk masuk Bali.

“Mereka semua adalah warga negara asing yang kemungkinan punya lebih dari dua paspor. Ada yang punya dua atau bahkan tiga,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Bali, Komisaris Besar Ariasandy, pada Jumat (6 Maret).

Dia menginformasikan bahwa keenam tersangka — RM, VK, AS, VN, SM, dan DH — semuanya laki-laki dan sedang dikejar oleh Polisi Bali.

“Kami terus berkoordinasi dengan Imigrasi dan Divisi Hubungan Internasional Polri untuk mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) dan Red Notice ke Interpol untuk menemukan mereka,” ujarnya.

Polisi masih menyelidiki motif dan peran para tersangka. Empat dari enam pelaku telah meninggalkan Bali, sementara dua lainnya masih belum diketahui keberadaannya di Indonesia.

Terkait bagian tubuh yang ditemukan di Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar, pihaknya memastikan itu identik dengan korban penculikan, Ihor Komarav.

Ariasandy menjelaskan bahwa tes forensik menunjukkan DNA dari bagian tubuh yang ditemukan di Pantai Ketewel, noda darah dari beberapa TKP, dan ibu korban cocok 99,99 persen setelah dilakukan pemeriksaan mendalam.

Otopsi di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar dan tes DNA di Laboratorium Forensik Bareskrim Polri dimulai pada 26 Februari 2026. Hasilnya final pada 5 Maret 2026.

“Perbandingan hasil profil DNA menunjukkan bahwa alel maternal dari profil ibu cocok dengan alel dari darah yang ditemukan di mobil Avanza hitam di Summer Villa, Tabanan. Profil DNA dari enam sampel tulang, berdasarkan perhitungan indeks maternal, menunjukkan kemungkinan kecocokan 99,99 persen,” konfirmasi Ariasandy.

MEMBACA  Rusia harus merasakan konsekuensi perang, kata Zelensky di tengah serangan Ukraina.

Sebelumnya, Ihor Komarav dilaporkan hilang pada 15 Februari saat berlatih berkendara motor di bukit Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Tak lama setelahnya, muncul video langsung yang menunjukkan korban di sebuah villa meminta tebusan.

Tim gabungan dari Polda Bali meluncurkan penyelidikan, olah TKP, dan periksa rekaman CCTV.

Berdasarkan analisis, sebuah Toyota Avanza dan dua sepeda motor teridentifikasi sebagai kendaraan yang digunakan dalam kejadian itu. Mobil tersebut dilaporkan disewa oleh CH atas permintaan pihak lain seharga Rp6 juta.

Pelacakan GPS kemudian membawa polisi ke sebuah villa di Tabanan. Di lokasi, petugas menemukan noda darah yang dikumpulkan untuk pemeriksaan forensik.

Jejak serupa ditemukan di dalam Avanza. Penyidik menduga villa itu adalah tempat Komarav merekam video tebusan yang dikirim ke keluarganya.

Berita terkait: Keluarga Khawatir setelah Warga Australia Meninggal di Bali, Jantung Hilang

Berita terkait: Bali Akan Buka Penjara Wanita Terbesar pada 2026 untuk Atasi Kepadatan

Berita terkait: Jaksa ASEAN Tandatangani Deklarasi Bali untuk Tangani Kejahatan Lintas Batas

Penerjemah: Rolandus Nampu, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar