Iran Bertekad Lawan AS dan Israel hingga Tentara dan Peluru Terakhir

loading…

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh. Foto/anadolu

TEHERAN – Iran bertekad untuk melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel sampai peluru terakhir dan tentara terakhir, karena tidak punya pilihan lain. Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada hari Jumat.

“Prioritas Iran adalah memberikan perlawanan maksimal kepada pihak yang menyerang,” kata Khatibzadeh.

“Kita sedang diserang, diinvasi oleh Amerika dan Israel, dan mereka mencoba menyebabkan kerusakan sebesar-besarnya pada Iran. Saat ini, rakyat saya terus-menerus dibombardir oleh Amerika dan Israel. Teheran terus diserang, dan kita tidak punya pilihan selain bertahan hingga peluru terakhir dan hingga prajurit terakhir,” tegas Khatibzadeh kepada kantor berita ANI.

Diplomat Iran itu menggambarkan konflik ini sebagai perjuangan yang perlu dilakukan melawan kekejaman dari luar. Wakil menteri itu juga menekankan adanya krisis dalam hukum internasional saat ini.

“Ini adalah pertarungan yang sangat heroik… bagi kami, dan kami harus menghentikan penyerang dan kekejaman mereka di Iran… Sekarang hukum internasional sedang diserang, begitu juga Iran. Sayangnya, prinsip-prinsip hukum internasional telah diserang, dan kita harus bersatu melawan kekejaman ini,” ujar Khatibzadeh.

Tindakan-tindakan AS mengancam norma-norma diplomatik global, tambahnya.

“Amerika telah membunuh pemimpin negara lain. Jika ini menjadi norma baru, maka tidak ada satupun, tidak ada negara di dunia yang bisa benar-benar memiliki hubungan diplomatik yang normal dengan negara lain,” ungkap Khatibzadeh.

MEMBACA  Israel menahan petugas medis setelah penyerbuan rumah sakit, kata pejabat kesehatan oleh Reuters

Tinggalkan komentar