Bagaimana Jika Alam Semesta Tidak Sehomogen yang Para Ilmuwan Kira?

Salah satu pilar utama dalam ilmu kosmologi modern mungkin mulai goyah. Sebuah studi yang terbit di Nature menemukan bukti bahwa alam semesta mungkin tidak berperilaku sama di setiap arah pada skala yang paling besar.

Apa yang Seharusnya Terjadi?

Francesco Sylos Labini, peneliti utama studi ini, menggunakan analogi sederhana. Bayangkan peta alam semesta di mana setiap galaksi adalah satu titik. Jika alam semesta memang seragam pada skala besar, peta itu harus terlihat sama di semua arah, seperti foto yang dilihat dari jauh.

Namun, itu tidak ditemukan oleh Sylos dan rekannya, Marco Galoppo. Sebaliknya, mereka melihat jaringan raksasa dan dinding galaksi yang tetap terhubung hingga milyaran tahun cahaya. Alam semesta ternyata tetap terstruktur walaupun dilihat dalam wilayah yang lebih besar.

Pola yang Terus Berlanjut

Para peneliti menekankan bahwa ini bukan berarti alam semesta memiliki satu arah tertentu. “Kami tidak mengklaim alam semesta punya satu arah utama,” kata Sylos. “Apa yang kami temukan lebih halus.”

Mereka mendeteksi pola yang konsisten dalam distribusi galaksi, pola yang tidak hilang begitu daerah pengamatan makin luas. Galaksi seharusnya mulai bercampur jadi latar belakang yang seragam, tetapi kenyataannya, pola-pola baru terus muncul.

Penemuan ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan sejak awal tahun 2000-an. Sylos ingin menguji kembali apakah alam semesta memang dapat menjadi seragam pada skala terbesarr seperti yang selalu dipercaya.

MEMBACA  MrBeast Jadi Orang Pertama yang Tembus 500 Juta Pelanggan di YouTube. Kamu Kenal Salah Satunya?

Tinggalkan komentar