Indonesia Pastikan Vaksin MR Aman di Tengah Kasus Campak

Jakarta (ANTARA) –
Kementerian Kesehatan Indonesia pada Jumat memastikan masyarakat bahwa vaksin campak-rubella (MR) yang digunakan dalam program imunisasi nasional aman dan efektif. Masyarakat didorong untuk tidak khawatir tentang efek samping karena kasus campak terus dipantau di seluruh negeri.

Kemenkes menyatakan vaksin ini telah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah melalui evaluasi ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Lucia Rizka Andalusia, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan kementerian, meminta masyarakat untuk tetap percaya pada vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional, khususnya untuk pencegahan campak.

“Jangan ragu dengan vaksin yang dipakai di program vaksinasi nasional, karena sudah melalui penilaian menyeluruh oleh Kemenkes bekerjasama dengan Komite Imunisasi Nasional,” ujarnya dalam konferensi pers daring mengenai update kasus campak di Jakarta, Jumat.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak cemas dengan reaksi yang mungkin muncul setelah imunisasi, mencatat bahwa respons tersebut umumnya normal dan sementara.

Reaksi umum mencakup nyeri ringan di tempat suntikan, demam rendah, dan ruam kulit.
“Efek samping dari vaksin MR adalah tanda normal bahwa tubuh anak sedang membangun kekebalan,” kata Andalusia.

Terkait efektivitas vaksin, ia menyebutkan vaksin MR terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kadar antibodi anak secara signifikan, menjadikan imunisasi sebagai metode kunci untuk perlindungan terhadap campak dan rubella.

Untuk campak, vaksin meningkatkan titer antibodi pelindung pada anak dari 10,41 persen sebelum imunisasi menjadi 80,21 persen setelah vaksinasi.

Untuk rubella, vaksin menaikkan titer antibodi pelindung pada anak dari 15,10 persen menjadi 98,96 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa vaksin MR yang dipilih untuk program imunisasi ini efektif memberikan perlindungan terhadap campak dan rubella pada anak,” tutur Andalusia.

MEMBACA  KPK Serahkan Dua Tersangka Operasi Tangkap Tangan di Banten ke Kejaksaan Agung

*Translator: Hana Dewi Kinarina K, Resinta S
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026*

Tinggalkan komentar