Mundur dari Dewan Perdamaian Bukanlah Sikap Antiperdamaian

loading…

Anies Baswedan. Foto/Dok SindoNews

JAKARTA – Tokoh nasional Anies Baswedan meminta Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut Anies, mundur dari BoP bukan berarti tindakan yang anti perdamaian.

Awalnya, Anies mengingatkan bahwa Indonesia lahir dari penolakan terhadap penjajahan. “Di Pembukaan UUD 1945 kita berjanji untuk menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Sebagai pelopor Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok, kita punya reputasi sebagai suara dunia ketiga yang berani mengingatkan negara-negara besar agar tunduk pada hukum internasional,” ujar Anies dalam video di akun Instagramnya, dikutip pada Jumat (6/3/2026).

Karena itu, kata Anies, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang dibentuk dan dipimpin seumur hidup oleh Presiden AS Donald Trump menimbulkan pertanyaan yang menganggu. “Apakah ini benar-benar jalan menuju perdamaian yang adil, atau kita justru ikut melegitimasi ketidakadilan yang selama ini kita kecam?” kata Anies.

Baca Juga: Demonstrasi di DPR, Massa Minta Indonesia Keluar dari BoP

Anies menyatakan, di Board of Peace memang tertulis janji untuk perdamaian. Tapi, ketuanya yaitu Trump justru baru saja memerintahkan serangan ke Iran bersama Israel, tanpa mandat PBB, tanpa ancaman nyata, dan di saat negosiasi sebenarnya sedang menunjukkan kemajuan.

MEMBACA  Daftar 3 Anggota MPR Termuda, Salah Satunya Berpemilik Dua Gelar Sarjana

Tinggalkan komentar