Wakil Ketua MUI Minta Indonesia Mundur dari Dewan Perdamaian, Apa Sebabnya?

Jumat, 6 Maret 2026 – 00:10 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, meminta Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Dia menilai, Board of Peace tidak efektif dalam menciptakan perdamaian.

"Saya kira soal Board of Peace juga sama, kita minta, ini tidak efektif ya keluar saja," kata Cholil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Cholil, Board of Peace tidak efektif karena tidak mampu meredakan situasi bahkan menciptakan perdamaian akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Terlebih, Amerika Serikat sebagai pencetus Board of Peace justru malah melancarkan serangan lebih dulu dan tidak memberikan contoh perdamaian.

"Jadi kalau kita lihat, tidak efektifnya BoP itu karena ternyata penggagasnya juga tidak memberikan gambaran yang baik, track record maupun sekarang yang memihak pada perdamaian," tuturnya.

Lebih lanjut, Cholil berharap Indonesia mampu berperan lebih aktif dalam menciptakan perdamaian di tengah konflik AS-Iran sesuai dengan prinsip yang dipegang, yaitu politik bebas aktif.

"Jangan sampai perang ini berdampak pada rakyat sipil. Kita berharap juga ini bisa menciptakan perdamaian dengan memaksimalkan peran PBB dan OKI karena semua akan rugi kalau perang ini terus berlangsung," pungkas Cholil.

Gus Yahya Desak Prabowo Manfaatkan Board of Peace untuk Damaikan AS-Iran

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendorong Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan BoP untuk menciptakan perdamaian antara Amerika Serikat dengan Iran.

VIVA.co.id
6 Maret 2026

MEMBACA  Liga Utama Sepak Bola: Siaran Langsung Man City vs. West Ham dari Mana Saja

Tinggalkan komentar